JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kabupaten Sumenep kembali menjadi pusat perhatian setelah Jurnalis Sumenep Independen (JSI) menggelar rangkaian aksi sosial masif yang menyedot antusiasme publik.
Dimulai dari kegiatan bersih-bersih kota bersama Ketua PKDI Sumenep Ubaid Abdul Hayat serta dukungan penuh Dinas Lingkungan Hidup (DLH), JSI melanjutkan gebrakan sosialnya melalui Panggung Kreasi, sebuah ruang kolaborasi besar yang menggabungkan hiburan, edukasi, dan pemberdayaan UMKM lokal.
Sinergi tersebut semakin kuat dengan kehadiran Satlantas Polres Sumenep melalui program Polantas Menyapa, yang dirancang untuk mendekatkan edukasi keselamatan berkendara kepada masyarakat dengan format yang lebih kreatif dan membumi.
Digelar Jumat malam (28/11/2025) di Warkop Wirausaha Muda Sumenep (WMS), Panggung Kreasi menjadi titik berkumpul berbagai kalangan: jurnalis, aktivis, akademisi, pemuda, komunitas kreatif, hingga warga umum.
UMKM WMS diberdayakan sebagai penyedia makanan dan minuman gratis bagi pengunjung, yang secara langsung menggeliatkan ekonomi dan memperluas promosi produk lokal.
JSI kembali membuktikan bahwa jurnalis bukan hanya perantara informasi, tetapi mampu menjadi penggerak sosial yang berpihak pada masyarakat.

Satlantas Polres Sumenep memanfaatkan momentum Panggung Kreasi untuk menyampaikan kampanye keselamatan berkendara dalam rangka Operasi Zebra Semeru 2025.
Edukasi yang disampaikan mencakup penggunaan helm SNI, larangan berkendara di bawah umur, pentingnya tertib berlalu lintas, hingga kesadaran menjaga keamanan sesama pengguna jalan.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Sumenep, Medy Kurniawan, SH, menekankan bahwa pendekatan kreatif adalah kunci untuk menjangkau masyarakat lebih luas, terutama generasi muda.
“Operasi Zebra Semeru 2025 bukan hanya soal penindakan. Ini adalah upaya membangun kesadaran kolektif. Melalui Polantas Menyapa, kami ingin mendekatkan aturan kepada masyarakat secara lebih humanis dan mudah dipahami,” ujar Medy.
Ia menambahkan bahwa kemitraan dengan jurnalis dan UMKM merupakan langkah strategis menghadirkan sosialisasi yang lebih terbuka dan komunikatif.
“Format seperti ini terbukti efektif. Ketika edukasi hadir dalam ruang kreatif, pesan keselamatan jauh lebih diterima warga,” tegasnya.
Sementara itu Ketua Panitia Panggung Kreasi, David Siregar, menyambut baik sinergi antara JSI, Satlantas, dan pelaku UMKM yang dianggapnya sebagai lompatan besar bagi gerakan sosial di Sumenep.
“JSI hari ini bukan lagi sekadar komunitas media. JSI adalah katalis perubahan. Panggung ini membuktikan bahwa hiburan, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi bisa melaju bersamaan dalam satu agenda,” ungkap David.
Dirinya menilai pendekatan yang digunakan dalam acara ini dapat menjadi model baru literasi sosial di Sumenep.
“Ketika masyarakat diajak dengan pendekatan kreatif, mereka jauh lebih antusias. Ini format yang harus terus kita rawat,” pungkasnya.
Acara berlangsung aman dan tertib dengan kehadiran ratusan warga dari berbagai lapisan masyarakat. Kehangatan interaksi, ruang dialog terbuka, serta kemasan acara yang inklusif menjadi tanda bahwa pendekatan kolaboratif ini diterima baik oleh publik.
Dengan perpaduan antara kreativitas, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi, kegiatan akbar ini menegaskan posisi JSI sebagai ikon gerakan sosial yang mampu menggerakkan perubahan nyata di Sumenep. (REDJAVA****)













