JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Suasana Desa Bringsang, Kecamatan Giligenting, mendadak riuh pada Jumat pagi. Sekitar pukul 09.00 WIB, jembatan penghubung antara Desa Bringsang dan Aenganyar tiba–tiba ambruk saat dua warga melintas. Tubuh mereka terperosok bersama runtuhan kayu dan rangka jembatan, memicu kepanikan warga yang menyaksikan langsung detik-detik kejadian tersebut.
Tidak menunggu waktu lama, laporan itu langsung ditindaklanjuti Pemerintah Kecamatan Giligenting. Camat Giligenting, Abd. Said, S.Sos., M.Si, bersama jajaran Forkopimka, Kepala Desa Bringsang, staf Dinas PUTR, serta Sekcam Giligenting, Akhmad Hidayat, ST., MM, turun meninjau lokasi dan menjenguk para korban. Kehadiran mereka menjadi bentuk respons cepat dan kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak.
“Begitu informasi kami terima, kami langsung bergerak cepat. Prioritas pertama adalah memastikan keselamatan warga dan memberikan pertolongan secepat mungkin kepada korban,” kata Camat Abd. Said saat berada di lokasi kejadian.
Usai meninjau reruntuhan jembatan, rombongan melanjutkan kunjungan ke rumah para korban. Atas amanah langsung dari Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, Camat Abd. Said menyerahkan santunan sebagai bentuk dukungan moral dari pemerintah daerah.
“Santunan ini adalah wujud perhatian dan kepedulian pemerintah. Kami berharap dapat mengurangi beban psikologis maupun fisik yang dialami korban akibat kejadian ini,” tambahnya.
Sementara itu, Sekcam Giligenting, Akhmad Hidayat, ST., MM, menegaskan bahwa langkah lanjutan sudah dipersiapkan untuk mempercepat pemulihan infrastruktur vital tersebut.
“Tim Dinas PUTR telah melakukan pengukuran dan identifikasi kerusakan. Perbaikan jembatan akan menjadi prioritas karena akses ini sangat penting bagi mobilitas dan kegiatan ekonomi warga,” jelas Akhmad Hidayat, ST., MM.
Dinas PUTR Kabupaten Sumenep kini menyiapkan rencana teknis pembangunan ulang jembatan dengan memperhatikan aspek keamanan dan ketahanan struktur agar tidak terjadi kerusakan serupa di masa mendatang.
Meski warga harus menggunakan jalur alternatif untuk sementara waktu, pemerintah menegaskan proses penanganan akan dilakukan sesegera mungkin demi mengembalikan aktivitas antar-desa seperti sediakala. (REDJAVA****)












