JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pada pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, November mendatang, Bakal Calon Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan akan selalu membangun komunikasi dengan berbagai partai politik yang ada.
Untuk sementara ini dirinya bersama KH. Imam Hasyim sebagai Cawabup pilkada 2024, masih mendapatkan surat rekomendasi dan turun dari tiga partai politik, diantaranya PDI-Perjuangan, PAN dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan tentunya dalam berpolitik menjelang dan menghadapi Pilkada 2024, sebuah komunikasi intens sangat diperlukan dengan berbagai partai politik yang ada di Kabupaten Sumenep.
“Kita sudah melakukan komunikasi dengan baik selain dengan PDI Perjuangan sendiri, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Parpol yang lain juga kita ajak komunikasi,” kata Achmad Fauzi Wongsojudo. Jum’at (09/08/2024).
Ketua DPC PDI-P Sumenep itu menyatakan sesuai hasil perolehan suara pada pemilu 2024 yang lalu, PDI-P Sumenep bisa mengusung pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati (Cabup-Cawabup) sendiri tanpa berkoalisi dengan parpol lain itu bisa.
“Dengan perolehan sebanyak 11 kursi dari 50 kursi yang ada di DPRD Sumenep sudah cukup memenuhi syarat untuk mengusung kader PDI-P sendiri,” ungkap Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo menjelaskan.
Namun dirinya tetap melakukan komunikasi dan koordinasi untuk menggaet dan menggandeng sejumlah partai politik (Parpol), demi kepentingan bersama untuk Kabupaten Sumenep lebih maju dan sejahtera kedepan.
“Untuk itu kami mengaet KH. Imam Hasyim selaku Ketua DPC PKB Sumenep untuk digandeng menjadi Calon Wakil Bupati (Cawabup) pada Pilkada serentak November 2024 mendatang. Dan ini bukti bahwa kita melakukan komunikasi dengan berbagai parpol yang ada,” terangnya.
Sesuai jadwal Pilkada serentak 2024 akan digelar pada hari Rabu tanggal 27 November mendatang setelah melalui tahapan pelaksanaan Pilkada yang ditetapkan KPU RI pendaftaran pasangan calon dimulai 27 hingga 29 Agustus yang akan datang.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menambahkan bahwa pihaknya meyakini surat rekomendasi yang turun dari PDI-P, PAN dan PKS itu sebagai hasil dari proses komunikasi politik yang dilakukan bersama.
“Maka dari itu, kami untuk sementara waktu tidak akan memasang banner atau poster untuk dipasangkan dimuka umum, karena ini masih proses komunikasi antar parpol masih berlangsung,” pungkas orang nomer wahid di Kota Keris ini. (REDJAVA****)












