Jelang Hari Raya Idul Adha 1445 H, Berikut Opini Sang Ketua P2NOT Jatim Terkait Narkoba

- Redaksi

Rabu, 12 Juni 2024 - 13:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua P2NOT Jatim Zamrud Khan, SH, MH

Ketua P2NOT Jatim Zamrud Khan, SH, MH

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Menjelang Idul Adha, saat kita mengenang kisah pengorbanan Nabi Ibrahim dan Ismail, hati kita tersayat oleh kenyataan pahit yang melanda bangsa. Peredaran narkoba bagaikan belati beracun yang menghujam jantung dan ulu hati peradaban, merenggut masa depan generasi muda. Momen ini seharusnya menjadi refleksi dan pembelajaran tentang pengorbanan dan keteguhan iman, namun malah dirusak oleh ancaman yang menghancurkan harapan dan masa depan anak-anak bangsa.

Lebih memprihatinkan lagi, bukan hanya pecandu yang terjerat, tetapi juga oknum aparat yang seharusnya menjadi pelindung malah menjadi predator. Mereka yang seharusnya berdiri di garda terdepan melawan kejahatan, justru terlibat dalam lingkaran hitam narkoba. Ironisnya, di tanah air tercinta ini, pabrik narkoba pun tega berdiri, meracuni generasi penerus bangsa dengan produk berbahaya mereka. Keadaan ini menggambarkan betapa parahnya permasalahan narkoba di negeri ini, di mana batas antara pelindung dan pelaku menjadi kabur.

Narkoba : Luka Bangsa yang Lebih Berbahaya dari Teroris

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peredaran narkoba ini bukan sekadar kejahatan biasa. Ini adalah kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang dampaknya jauh lebih berbahaya dari terorisme. Teroris menargetkan jiwa, tetapi narkoba menghancurkan masa depan bangsa. Setiap helai ganja yang dibakar, setiap pil ekstasi yang ditelan, bagaikan bom waktu yang siap meledak. Setiap tindakan konsumsi narkoba menggerus nilai-nilai moral dan menghancurkan struktur sosial masyarakat. Kecanduan, kerusakan fisik dan mental, hilangnya generasi muda, dan hancurnya tatanan sosial adalah konsekuensi yang harus kita tanggung. Kita menghadapi ancaman yang tidak hanya menggerogoti kesehatan individu, tetapi juga mengancam keberlangsungan dan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.

Baca Juga :  Hardiknas dan Harkitnas 2026 di Sumenep Meriah, Ratusan Siswa Tampil dalam Ajang Literasi dan Teknologi

Kasus Jenderal Minahasa: Cambuk Bagi Kita Semua

Terbongkarnya kasus Jenderal Minahasa dan oknum aparat lainnya yang terlibat dalam jaringan narkoba bagaikan tamparan keras bagi wajah bangsa. Ini adalah bukti nyata bahwa bahaya narkoba telah menembus hingga ke sendi-sendi kehidupan, bahkan aparat penegak hukum pun tak luput dari jeratannya. Kasus ini menunjukkan betapa mendalamnya infiltrasi jaringan narkoba dalam institusi yang seharusnya menjadi benteng pertahanan kita. Ketika mereka yang ditugaskan untuk melindungi dan menegakkan hukum justru terlibat dalam kejahatan ini, rasa kepercayaan publik pun terkikis.

Kasus ini menjadi cambuk bagi kita semua untuk bersatu padu melawan narkoba. Kita tidak boleh lagi diam! Kita harus mengambil sikap tegas dan melakukan tindakan nyata untuk memberantas narkoba dari setiap sudut kehidupan kita. Tidak ada lagi tempat bagi toleransi terhadap kejahatan yang merusak ini. Seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, lembaga penegak hukum, institusi pendidikan, hingga keluarga, harus bersatu dalam perjuangan ini. Kita harus membangun kesadaran kolektif bahwa perang melawan narkoba adalah tanggung jawab kita bersama.

Baca Juga :  Tiga Atlet Karate Unija Sumenep Ikuti Kejuaraan IPB Karate Cup 2024

Mari Lawan Narkoba Bersama !
Sebagai Ketua Harian P2NOT (Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika & Obat Terlarang), saya menyerukan kepada seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama melawan ancaman narkoba. Langkah-langkah yang perlu kita ambil meliputi:

– Tolak dengan tegas peredaran narkoba di lingkungan kita. Setiap individu harus berani berkata tidak dan menolak segala bentuk peredaran narkoba. Laporkan kepada pihak berwenang jika melihat aktivitas mencurigakan. Jangan pernah takut untuk melaporkan, karena setiap laporan bisa menyelamatkan banyak nyawa.

– Dukung upaya penegak hukum, baik Polri maupun BNN, dalam memberantas jaringan pengedar narkoba. Berikan dukungan penuh kepada aparat penegak hukum dalam menjalankan tugas mereka. Kita perlu memperkuat kerja sama antara masyarakat dan penegak hukum untuk memastikan jaringan pengedar narkoba bisa diberantas hingga ke akar-akarnya.

– Tanamkan nilai-nilai moral dan agama kepada generasi muda. Pendidikan moral dan agama adalah benteng yang kuat untuk mencegah generasi muda terjerumus dalam jeratan narkoba. Bimbing mereka agar terhindar dari jeratan narkoba. Edukasi yang benar dan konsisten tentang bahaya narkoba harus menjadi bagian integral dari proses pendidikan.

Baca Juga :  Kapolda Jatim : Tidak ada Gigi Mundur untuk Pembongkaran Tugu Perguruan Silat di Jatim

– Gunakan media sosial dengan bijak. Media sosial memiliki kekuatan besar dalam membentuk opini publik. Jangan sebarkan konten yang mempromosikan narkoba. Sebaliknya, gunakan platform digital untuk menyebarkan edukasi dan bahaya narkoba. Jadikan media sosial sebagai alat untuk kampanye positif dan peningkatan kesadaran akan bahaya narkoba.

Bersama, kita ciptakan Indonesia yang bersih dari narkoba. Ini bukan hanya tugas pemerintah atau aparat penegak hukum, tetapi tugas kita semua sebagai warga negara yang peduli akan masa depan bangsa.

Selamatkan Masa Depan Bangsa
Lawan Narkoba, Bersama Berantas Narkoba, Indonesia Bebas Narkoba

Ingatlah, masa depan bangsa ada di tangan kita. Mari selamatkan generasi muda dari bahaya narkoba. Jadikan semangat pengorbanan Nabi Ibrahim dan Ismail sebagai inspirasi untuk melawan kebiadaban narkoba. Semangat pengorbanan ini mengajarkan kita tentang pentingnya keteguhan iman dan komitmen dalam menghadapi tantangan. Tunjukkan keteguhan iman dan komitmen kita untuk menyelamatkan bangsa dari bahaya ini. Hanya dengan kebersamaan dan keteguhan hati, kita bisa melindungi dan menjaga masa depan generasi muda dari ancaman narkoba yang mematikan. (REDJAVA****)

Penulis : Zamrud Khan SH, MH (Ketua Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika & Obat Terlarang (P2NOT) Rabu (12/06/2024)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Bangun Hubungan yang Lebih Terbuka, Kapolresta Sumenep Sambangi KJS dan PWI, Perkuat Sinergi dengan Insan Pers
Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup
HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini
Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep
Harkopnas 2026, Bupati Sumenep Tegaskan Koperasi Modern Kunci Kemajuan UMKM
Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Prestasi Membanggakan, KPRI RSUD Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat di Hari Koperasi ke-79
Penjual Tahu Bulat Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Desa Gunggung, Ini Hasil Penyelidikan Awal Polisi

BERITA TERKAIT

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:31 WIB

Bangun Hubungan yang Lebih Terbuka, Kapolresta Sumenep Sambangi KJS dan PWI, Perkuat Sinergi dengan Insan Pers

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:29 WIB

Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:12 WIB

HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:41 WIB

Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:31 WIB

Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

BERITA TERBARU