JAVANETWORK.CO.ID, SUMENEP — Semangat kebangsaan kembali menggema dari jantung Kecamatan Manding.
Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, Minggu pagi (1/6/2025), Pemerintah Kecamatan Manding menggelar Gebyar Pancasila: Manding District Festival 2025, sebuah hajatan kolosal yang dipusatkan di Lapangan Sepakbola Manding, mulai pukul 06.30 WIB.
Agenda utamanya: Jalan Sehat Bersama Bupati Sumenep, yang diproyeksikan menyedot ribuan peserta dari berbagai penjuru desa.
Tak hanya menjadi ajang rekreasi menyehatkan, kegiatan ini sarat dengan pesan persatuan dan internalisasi nilai-nilai luhur ideologi bangsa.
Plt Camat Manding, Siswahyudi Bintoro, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa festival ini dirancang jauh dari kesan seremonial.
Ia menyebut, Jalan Sehat sebagai jembatan efektif untuk menanamkan kembali semangat Pancasila, terutama kepada generasi muda yang kini tumbuh di era digital dan globalisasi.
“Kami ingin memastikan bahwa generasi muda, khususnya Gen Z, tidak sekadar mengenal Pancasila dari buku pelajaran, tetapi benar-benar menghayatinya dalam kehidupan sehari-hari. Inilah yang kami maksud sebagai benteng penjaga moral bagi masa depan bangsa,” ujar Siswahyudi kepada Javanetwork.co.id, Sabtu malam (31/5).
Dari materi visual yang telah dirilis, tampak Bupati Sumenep berdiri gagah bersanding dengan jajaran Muspika, para kepala desa, dan tokoh masyarakat. Seluruhnya mengenakan pakaian dinas putih di depan latar megah berlambang Garuda Merah sebuah simbol kuat dari nasionalisme dan persatuan.
Tak hanya olahraga, festival ini juga mengusung unsur edukasi dan budaya. Manding, yang dikenal sebagai kecamatan dengan denyut kebersamaan yang tinggi, menjadikan momentum ini sebagai ruang ekspresi gotong royong dan penguatan karakter kebangsaan.
“Melalui JJS Gebyar Pancasila, kami ingin Manding dikenal sebagai kecamatan yang aktif merawat semangat kebangsaan dan peduli terhadap pembentukan karakter generasi penerus,” pungkasnya.
Dengan konsep meriah namun penuh makna, Gebyar Pancasila 2025 diyakini tak sekadar menjadi peringatan Hari Lahir Pancasila, tetapi juga penanda bahwa nasionalisme hidup dan tumbuh dari akar rumput, dari desa, dari rakyat.
Kabupaten Sumenep pun menatap masa depan dengan keyakinan: selama Pancasila tertanam di hati masyarakatnya, Indonesia akan selalu kuat berdiri.
(REDJAVA)










