JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di tengah derasnya arus kehidupan modern yang kerap menjauhkan manusia dari ketenangan batin, Majelis Naghfir di kawasan Lingkar Barat justru hadir sebagai oase spiritual yang kian diminati masyarakat.
Melalui kegiatan rutin pembacaan Rotibul Haddad, majelis ini perlahan namun pasti menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, baik dari sisi jumlah jamaah maupun semangat kebersamaan yang terbangun di dalamnya.
Berangkat dari kesederhanaan, siapa sangka majelis ini dulunya hanya diikuti oleh empat orang jamaah.
Namun, berkat keistiqamahan para penggerak dan kekuatan nilai spiritual yang terus dijaga, kini jumlah jamaah telah meningkat drastis menjadi sekitar 40 orang dalam kurun waktu empat tahun.
Ketua Majelis Rotibul Haddad Dr. Naghfir menuturkan, perjalanan tersebut bukan sekadar soal bertambahnya jumlah, melainkan tentang keberkahan yang dirasakan bersama oleh para jamaah.
“Kami memulai dari jumlah yang sangat kecil, hanya empat orang. Tapi kami percaya, ketika dilakukan dengan istiqamah dan penuh keikhlasan, Allah akan menghadirkan keberkahan yang tidak disangka-sangka,” ujar Dr. Naghfir kepada media ini, Rabu (08/04/2026).
Menurutnya, Rotibul Haddad bukan hanya ritual rutin, melainkan menjadi sarana membangun kedekatan spiritual sekaligus mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.
“Yang kami rasakan bukan hanya ketenangan batin, tapi juga tumbuhnya rasa persaudaraan. Majelis ini menjadi ruang bagi kami untuk saling menguatkan dalam kebaikan,” katanya.
Atmosfer hangat dan penuh kekeluargaan yang tercipta di setiap pertemuan menjadi daya tarik tersendiri.
Tak heran jika dari waktu ke waktu, semakin banyak warga yang tertarik untuk bergabung dan merasakan langsung manfaatnya.
“Alhamdulillah, sekarang sudah sekitar 40 jamaah yang rutin hadir. Ini menunjukkan bahwa masyarakat merindukan ruang-ruang spiritual seperti ini,” tutur Dr. Naghfir.
Ia menambahkan, keberadaan Majelis Naghfir diharapkan tidak hanya berhenti sebagai kegiatan rutin, tetapi juga mampu menjadi inspirasi bagi lingkungan sekitar untuk terus menumbuhkan nilai-nilai keagamaan.
“Harapan kami sederhana, semoga majelis ini terus istiqamah, terus hidup, dan bisa memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” pungkasnya.
Fenomena pertumbuhan Majelis Naghfir menjadi bukti bahwa gerakan kecil yang dijalankan dengan konsisten mampu melahirkan dampak besar.
Di Lingkar Barat Sumenep, majelis ini bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan telah menjelma menjadi pusat ketenangan jiwa menguatkan iman, mempererat ukhuwah, dan menghadirkan keberkahan di tengah kehidupan masyarakat. (REDJAVA****)












