JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep memadukan kekuatan spiritual dan aksi sosial dalam Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW yang dirangkai dengan Festival Kreasi Anak Yatim Tahun Anggaran 2026, Minggu (15/2/2026), di Pendopo Agung Keraton Sumenep.
Sebanyak 757 anak yatim menerima santunan serta voucher belanja Pasar Minggu UMKM senilai Rp150 ribu per anak.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari Kalender Event Sumenep 2026 yang mempertemukan unsur Forkopimda, pimpinan OPD, alim ulama, ormas keagamaan, hingga masyarakat umum.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Bagian (Kabag) Kesra Setdakab Sumenep, Kamiludin, S.Pd.I., M.AP., menegaskan bahwa peringatan Isra Miraj tahun ini dirancang lebih dari sekadar seremoni keagamaan.
“Isra Miraj bukan hanya peristiwa sejarah, tetapi momentum memperkuat keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT,” ujar Kamiludin.
Menurutnya, Pemkab Sumenep ingin menghadirkan kegiatan yang memberi dampak langsung bagi anak-anak yatim.
“Kami ingin anak-anak yatim merasakan kehadiran pemerintah, bukan hanya dalam bentuk santunan, tetapi juga perhatian dan kebersamaan,” ujarnya.
Festival Kreasi Anak Yatim menjadi panggung ekspresi, di mana anak-anak menampilkan bakat seni dan budaya mereka di hadapan para undangan.
“Festival ini adalah panggung bagi mereka. Kami ingin potensi dan bakat anak-anak yatim di Kabupaten Sumenep bisa tampil dan diapresiasi,” ungkap Kamil.
Santunan dan voucher belanja tersebut turut didukung oleh BAZNAS Kabupaten Sumenep sebagai mitra strategis pemerintah daerah.
“Kolaborasi dengan BAZNAS menjadi kekuatan penting agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan bermanfaat,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini sekaligus menjadi ruang silaturahmi besar antara pemerintah dan masyarakat.
“Ini menjadi ajang kebersamaan. Kebersamaan seperti ini yang ingin terus kami bangun di Kabupaten Sumenep,” tegasnya.
Di akhir acara, Bupati Sumenep dijadwalkan mengantar langsung anak-anak yatim berbelanja di Pasar Minggu UMKM dan berbincang santai bersama mereka.
“Harapan kami, anak-anak merasa dihargai, diperhatikan, dan tumbuh dengan semangat serta rasa percaya diri yang kuat,” tutup Kamiludin.
Sementara itu, Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, R. Syahwan Efendi, yang mewakili Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurut Syahwan, perpaduan peringatan Isra Miraj dengan Festival Kreasi Anak Yatim merupakan langkah positif karena menguatkan nilai religius sekaligus kepedulian sosial.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Anak yatim merupakan tanggung jawab kita bersama, sehingga kepedulian seperti ini harus terus dijaga,” ujar Syahwan.
Ia menegaskan, kegiatan tersebut bukan hanya memberi ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan bakatnya, tetapi juga memastikan mereka memperoleh perhatian nyata dari pemerintah.
“Ini bukan hanya soal menampilkan bakat dan kemampuan anak-anak yatim, tetapi juga memastikan mereka mendapatkan perhatian dan dukungan yang layak,” tegasnya.
Syahwan berharap kegiatan ini mampu memperkuat nilai keagamaan dan solidaritas sosial di tengah masyarakat Sumenep.
“Isra Mi’raj mengajarkan kita tentang keimanan dan ketaatan. Nilai itu harus kita terjemahkan dalam bentuk kepedulian sosial,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa kegiatan serupa telah menjadi agenda rutin tahunan Pemkab Sumenep.
“Kegiatan seperti ini memang kita laksanakan secara rutin setiap tahun. Semoga ini tidak hanya sebatas seremonial, tapi ada nilai lebih yang dapat kita petik dan aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,” harapnya.
Melalui momentum Isra Miraj dan Festival Kreasi Anak Yatim ini, Pemerintah Kabupaten Sumenep menegaskan komitmennya membangun daerah yang tidak hanya maju secara pembangunan, tetapi juga kokoh dalam nilai religius dan solidaritas sosial. (REDJAVA/$$$)









