JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Dalam semangat menyongsong Hari Santri Nasional 2025, Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep kembali menorehkan langkah besar melalui pelaksanaan Intelligent Student Competition Pendidikan Diniyah (ISCO PEDIYAH) untuk jenjang Sekolah Dasar (SD). Ajang ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sinergi antara pendidikan umum dan keagamaan, sekaligus membangun karakter religius di usia dini.
Diselenggarakan melalui dua moda daring dan luring ISCO PEDIYAH tahun ini diikuti oleh 27 regu dari seluruh kecamatan di Kabupaten Sumenep, hasil seleksi ketat dari tingkat kecamatan. Setelah tahap daring yang digelar Kamis (16/10/2025), terpilih 12 regu terbaik, terdiri dari 9 perwakilan dari wilayah daratan dan 3 dari kepulauan, yang akan melaju ke babak semifinal dan final pada 17–22 Oktober 2025 di Aula KPRI Serba Usaha, Sumenep.
Ketua Penyelenggara sekaligus Analis Kebijakan Subkor Peserta Didik dan Pembangunan Karakter SD Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Ahmad Rasul Hariz, S.Sos., M.MPd., menegaskan bahwa ISCO PEDIYAH merupakan bentuk pembaruan dalam dunia pendidikan diniyah yang dikemas secara kompetitif, inspiratif, dan edukatif.
“ISCO PEDIYAH bukan hanya perlombaan. Ini adalah laboratorium karakter, di mana nilai keagamaan, intelektualitas, dan semangat kebangsaan berpadu membentuk generasi pelajar yang tangguh,” ujar Ahmad Rasul kepada media ini, Kamis (16/10/2025).
Babak semifinal ISCO PEDIYAH 2025 terbagi menjadi empat grup dengan masing-masing tiga regu peserta terbaik:
– Grup I: SDN Kalianget Timur VII, SDN Pasongsongan IV, SDN Pragaan Laok I
– Grup II: SDI Nurul Ulum, SD Nurul Mannan, SDN Guluk-Guluk I
– Grup III: SDIT Al Wathaniyah, SDN Mandala I, SDN Manding Timur II
– Grup IV: SDN Jambuvir I, SDN Laok Jang-Jang I, SDN Kalikatak II
Rangkaian semifinal akan dimulai Jumat, 17 Oktober 2025, hingga Selasa, 21 Oktober 2025, sebelum menuju babak final pada Rabu, 22 Oktober 2025. Mereka akan bersaing dalam tiga sesi kompetisi utama Babak Wajib Jawab, Babak Mengalir, dan Babak Adu Cepat yang menguji wawasan agama, logika berpikir, serta kecepatan respon peserta dalam menjawab berbagai soal tematik Pendidikan Diniyah.
“Kami sengaja merancang sistem kompetisi dengan tingkat kesulitan yang berimbang dan menantang. Tujuannya agar peserta tidak hanya unggul dalam pengetahuan agama, tetapi juga terasah dalam daya nalar, kerja tim, dan ketepatan berpikir,” tutur Ahmad Rasul menambahkan.
Dalam pandangan Ahmad Rasul, ISCO PEDIYAH bukan sekadar panggung prestasi, tetapi juga sarana pembinaan moral dan spiritual bagi peserta didik SD di seluruh Sumenep. Ia menilai, pendidikan Diniyah perlu terus diintegrasikan dalam sistem pendidikan dasar agar nilai-nilai keislaman tidak berhenti di ruang madrasah, melainkan tumbuh di seluruh ruang belajar anak-anak Sumenep.
“Kami ingin peserta didik tumbuh menjadi insan yang seimbang cerdas secara intelektual, matang secara emosional, dan kuat secara spiritual. Itulah arah pembinaan karakter yang menjadi ruh ISCO PEDIYAH,” tegasnya.
Ajang ini juga menjadi bentuk nyata keberpihakan Dinas Pendidikan terhadap penguatan pendidikan berbasis nilai dan kearifan lokal. Dengan pendekatan adaptif dan inovatif, kompetisi ini mampu membumikan semangat santri di tengah sistem pendidikan formal yang terus berkembang.
“Semangat santri bukan hanya milik pesantren. Melalui ISCO PEDIYAH, nilai-nilai itu kami tanamkan kepada seluruh siswa SD agar mereka mengenal agamanya sejak dini, mencintai tanah air, dan siap menghadapi masa depan dengan karakter kuat,” pungkas Ahmad Rasul.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan seluruh unsur pendidikan, ISCO PEDIYAH diharapkan menjadi ikon kebanggaan Sumenep dalam menyiapkan generasi penerus yang cerdas, religius, berkarakter, dan berdaya saing global. (REDJAVA****)











