JAVANETWORK.CO.ID.JAKARTA – Dalam rangkaian kegiatan bersama Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, S.H., M.H., tampil menyampaikan pandangan inspiratif mengenai pentingnya penguatan reformasi birokrasi untuk menciptakan pemerintahan yang bersih, efektif, dan berpihak kepada rakyat.
Dalam forum yang turut dihadiri Plt. Asisten KemenPAN-RB di Jakarta, suasana penuh semangat dan keakraban menyelimuti jalannya diskusi. KH. Imam Hasyim menekankan bahwa reformasi birokrasi bukan sekadar jargon, melainkan kebutuhan mendasar bagi seluruh aparatur dalam menjawab tantangan zaman.
“Pemerintahan yang maju dan dipercaya rakyat hanya bisa diwujudkan apabila aparatur kita memiliki integritas, profesionalisme, dan konsistensi dalam melayani. Birokrasi harus menjadi motor penggerak perubahan, bukan sekadar mesin administrasi,” ujarnya kepada media ini usai kegiatan.
Lebih lanjut, KH. Imam Hasyim menyampaikan bahwa Kabupaten Sumenep saat ini tengah berupaya maksimal menerapkan tata kelola pemerintahan berbasis kinerja. Menurutnya, penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dan berbagai inovasi digital harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Reformasi birokrasi itu bukan hanya mengejar penilaian di atas kertas, melainkan bagaimana hasilnya nyata dirasakan masyarakat. Mulai dari pelayanan publik yang cepat, transparan, hingga peningkatan kesejahteraan warga,” imbuhnya.
Ia juga menegaskan bahwa peran seluruh jajaran pemerintah daerah sangat vital dalam menjaga ritme perubahan tersebut. Dukungan semua pihak, baik legislatif, eksekutif, maupun masyarakat luas, diperlukan agar reformasi birokrasi tidak sekadar wacana, melainkan budaya kerja bersama.
“Kalau semua elemen bersatu, saya yakin Sumenep akan mampu menjadi daerah yang bukan hanya dikenal karena warisan budayanya, tetapi juga sebagai daerah dengan tata kelola pemerintahan terbaik di Indonesia Timur,” tandasnya.
Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus motivasi bagi jajaran birokrasi Sumenep untuk terus berbenah. Bukan hanya demi memenuhi standar administrasi pemerintahan, tetapi lebih jauh untuk memastikan setiap kebijakan benar-benar menyentuh kepentingan rakyat di akar rumput. (REDJAVA****)












