JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kabupaten Sumenep mencatat inflasi tahunan (year on year/y-on-y) sebesar 1,06 persen pada Januari 2025, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 108,71.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep, kenaikan harga di berbagai kelompok pengeluaran menjadi pemicu utama inflasi, dengan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat kenaikan tertinggi sebesar 10,25 persen.
Kepala BPS Kabupaten Sumenep, Joko Santoso, S.E., M.Si., mengungkapkan bahwa beberapa kelompok pengeluaran mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
“Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami kenaikan sebesar 2,50 persen, diikuti oleh kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,63 persen, serta kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga yang naik 0,96 persen,” ujarnya, Kamis (6/2/25).
Selain itu, kelompok transportasi juga mencatat kenaikan 1,02 persen, diikuti rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,81 persen, serta pendidikan yang naik 1,70 persen.
Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran mengalami peningkatan sebesar 2,37 persen.
Namun, tidak semua sektor mengalami kenaikan harga. Joko Santoso menyebutkan bahwa kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga justru mengalami penurunan cukup besar, yakni 15,34 persen.
“Sementara kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan juga turun sebesar 0,37 persen,” tambahnya.
Di sisi lain, Sumenep mengalami deflasi secara bulanan (month to month/m-to-m) dan sejak awal tahun (year to date/y-to-d) masing-masing sebesar 0,91 persen.
Menurut Joko Santoso, angka inflasi ini menunjukkan adanya dinamika harga yang masih terkendali, meskipun beberapa sektor mengalami lonjakan harga yang cukup tinggi.
“Kami akan terus memantau pergerakan harga, khususnya di sektor-sektor yang memberikan pengaruh besar terhadap inflasi, agar daya beli masyarakat tetap stabil,” pungkasnya.











