JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Upaya membangun kesadaran masyarakat untuk taat membayar pajak kendaraan bermotor terus dilakukan secara masif di Kabupaten Sumenep.
Melalui Operasi Gabungan Kepatuhan dan Kesadaran Pajak Kendaraan Bermotor, kolaborasi antara Bapenda Provinsi Jawa Timur, UPT PPD Sumenep, dan Satlantas Polres Sumenep menjadi bukti nyata sinergi lintas lembaga dalam menghadirkan pelayanan publik yang humanis, cepat, dan berintegritas.
Kegiatan ini diawali dengan apel bersama di halaman Kantor UPT PPD Sumenep, yang berlokasi di Jalan KH. Mas Mansyur, Desa Pabian, Kecamatan Kota Sumenep, pada Rabu (15/10/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Apel gabungan tersebut dipimpin langsung oleh Kanit Turjawali Satlantas Polres Sumenep, IPDA Dipta, serta dihadiri oleh Kepala UPT PPD Sumenep, Samtiono, S.H., M.H., dan Kepala Bidang P3EPD Bapenda Sumenep, Suhermanto, S.E., M.Si.
Apel pagi gabungan ini diikuti oleh ketiga jajaran dinas tersebut, yang menunjukkan komitmen bersama dalam membangun kesadaran pajak di masyarakat.
Dalam arahannya saat memimpin apel, IPDA Dipta menekankan pentingnya kolaborasi dan pelayanan yang humanis selama pelaksanaan operasi di lapangan.

“Kami melayani dengan senyum, humanis, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya di hadapan seluruh peserta apel gabungan.
Ia juga menambahkan, Satlantas Polres Sumenep menurunkan sejumlah personel Unit Turjawali untuk memastikan kegiatan berjalan tertib dan aman.
“Dalam kegiatan ini, kami menurunkan beberapa anggota Unit Turjawali untuk membantu pengaturan lalu lintas agar operasi berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujarnya.
Setelah apel, kegiatan dilanjutkan dengan operasi lapangan di empat titik strategis di Kecamatan Kota Sumenep, yakni depan Gereja, Tugu Ayam Coker Pamolokan, Taman Bunga, serta utara Kantor Bapenda Sumenep.
Keempat titik tersebut dipilih karena merupakan jalur lalu lintas padat yang efektif menjangkau berbagai lapisan masyarakat.
Dari pantauan media, banyak wajib pajak kendaraan bermotor yang terjaring dalam razia gabungan ini, baik pengendara roda dua maupun roda empat.

Beberapa kendaraan roda dua terjaring dalam razia, namun dengan pendekatan humanis, petugas memberikan edukasi dan kesadaran kepada pengendara untuk segera membayar pajak kendaraannya.
Sementara itu, Kepala UPT PPD Sumenep, Samtiono, S.H., M.H., menjelaskan bahwa operasi gabungan ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan Gubernur Jawa Timur mengenai pembebasan denda pajak kendaraan bermotor.
“Operasi gabungan ini sebagai tindak lanjut dari pembebasan denda yang diberikan oleh Gubernur Jawa Timur. Ini langkah strategis untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajaknya,” terangnya.
Pihaknya menambahkan, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aspek administrasi, tetapi juga sarat dengan nilai edukatif bagi masyarakat.
“Melalui operasi seperti ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa taat pajak bukan sekadar kewajiban, melainkan bentuk nyata kontribusi masyarakat terhadap pembangunan daerah,” harap Samtiono.
Sisi lain, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumenep, Kabid P3EPD Suhermanto, S.E., M.Si., yang hadir mewakili Kepala Bapenda Sumenep, Faruk Hanafi, S.Sos., M.Si., mengungkapkan bahwa realisasi pajak kendaraan bermotor di Kabupaten Sumenep telah mencapai 92 persen.

“Capaian ini tentu menggembirakan, namun kita tidak boleh berpuas diri. Masih banyak potensi wajib pajak yang harus terus kita dorong agar semakin taat,” katanya.
Lebih lanjut, Suhermanto menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasi lintas instansi untuk menjaga momentum positif tersebut.
“Sinergi antara Bapenda, UPT PPD, dan Satlantas Polres sangat penting. Kami ingin memastikan pelayanan pajak berjalan transparan, mudah, dan memberikan pengalaman positif bagi masyarakat,” pungkasnya.
Operasi gabungan ini menjadi simbol nyata komitmen bersama dalam membangun budaya sadar pajak di Kabupaten Sumenep.
Melalui pelayanan yang edukatif dan humanis, pemerintah daerah bersama kepolisian berharap tingkat kepatuhan masyarakat terhadap pajak kendaraan bermotor semakin meningkat, sekaligus memperkuat kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD) dan pembangunan berkelanjutan di wilayah ujung timur Pulau Madura tersebut. (REDJAVA****)












