JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Upaya pencegahan stunting di Kabupaten Sumenep kini mendapat perhatian serius dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, hingga tokoh masyarakat.
HJ. Nia Kurnia Fauzi, Ketua TP PKK sekaligus Bunda PAUD Kabupaten Sumenep, yang juga aktif di kancah politik sebagai kader PDI-P, menegaskan bahwa pencegahan stunting harus dimulai jauh sebelum siklus kehamilan terjadi.
Menurut Nia Kurnia Fauzi, langkah strategis yang ditempuh Pemkab Sumenep adalah membentuk tim pendamping desa yang beranggotakan bidan, kader PKK, dan kader KB.
Tim ini memiliki tugas melakukan skrining awal bagi calon pengantin di seluruh desa, untuk memastikan kesehatan calon ibu dan keluarga sejak tahap perencanaan pernikahan.
“Upaya ini tidak hanya sekadar program kesehatan, tetapi juga investasi jangka panjang untuk mencetak generasi sehat dan unggul di masa depan,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (23/08/2025).
Lebih lanjut, istri tercinta Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo itu menekankan pentingnya sinergi antara seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan pencegahan stunting tidak akan tercapai jika hanya mengandalkan satu pihak saja.
“Mulai dari tenaga kesehatan, kader desa, hingga orang tua dan masyarakat, semua harus bergerak bersama. Program ini harus berkesinambungan agar dampaknya benar-benar terasa di setiap lapisan masyarakat,” jelasnya.
Nia juga menyoroti peran kader PKK dan Bunda PAUD di desa-desa sebagai ujung tombak sosialisasi dan pendampingan keluarga.
Melalui pendekatan edukatif dan persuasif, mereka mampu mendorong calon pengantin untuk lebih memahami pentingnya gizi seimbang, pemeriksaan kesehatan rutin, dan kesiapan mental sebelum memasuki tahap kehamilan.
“Kesadaran masyarakat sejak dini akan menjadi pondasi kuat dalam menekan angka stunting di Sumenep,” terangnya.
Dengan langkah-langkah terencana ini, diharapkan angka stunting di Kabupaten Sumenep dapat ditekan secara signifikan, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk masa depan.
“Untuk itu upaya pencegahan stunting bukan sekadar program jangka pendek, tetapi sebuah komitmen berkelanjutan bagi kesejahteraan generasi mendatang,” tandasnya. (REDJAVA****)












