JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Aeng Dake, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dua siswa SMK Nasyrul Ulum, Muhammad Jamil Nur dan Candra Dinata, yang merupakan Pramuka Penegak Garuda, terpilih mengikuti Perkemahan Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) Tahun 2026.
Tidak hanya membawa nama sekolah dan pesantren, keikutsertaan keduanya dalam kegiatan bergengsi tersebut secara resmi juga mewakili Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Sumenep, sebagai duta Pramuka daerah dalam ajang pembinaan nasional yang sarat nilai kebangsaan dan bela negara.
Perkemahan KKRI 2026 dilaksanakan pada 7–8 Februari 2026 di Komando Armada II TNI Angkatan Laut (Koarmada II), Surabaya, dan diikuti oleh peserta terpilih dari berbagai wilayah Indonesia. Kegiatan ini dirancang sebagai wahana pembentukan karakter generasi muda melalui penguatan disiplin, kepemimpinan, wawasan kebangsaan, serta semangat pengabdian kepada negara.
Terpilihnya dua Pramuka Garuda dari Sumenep ini menjadi bukti bahwa pembinaan kepramukaan di daerah, khususnya melalui satuan pendidikan berbasis pesantren, mampu melahirkan kader-kader unggul yang dipercaya mewakili daerah di tingkat nasional.
Wakil Ketua Pengasuh Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Aeng Dake, Dr. KH. Zamzami Sabiq, M.Psi, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada santri binaannya.
“Kami sangat bersyukur dan bangga. Keikutsertaan dua Pramuka Garuda SMK Nasyrul Ulum dalam Perkemahan KKRI 2026 ini bukan hanya membawa nama pesantren, tetapi juga mewakili Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Sumenep,” ujarnya kepada media ini, Minggu (08/02/2026)
Menurut KH. Zamzami, amanah sebagai wakil Kwarcab merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab moral yang besar bagi para santri.
“Ini menunjukkan bahwa Pramuka Sumenep memiliki kader-kader terbaik yang layak tampil di level nasional. Santri harus siap menjadi teladan, baik dalam sikap, disiplin, maupun kecintaan terhadap bangsa,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa pendidikan kepramukaan di lingkungan Pesantren Nasyrul Ulum dirancang selaras dengan nilai-nilai kepesantrenan dan kebangsaan, sehingga santri tidak tercerabut dari identitas keislaman dan keindonesiaannya.
“Pramuka, pesantren, dan nasionalisme adalah satu kesatuan. Melalui kegiatan seperti KKRI yang bersentuhan langsung dengan TNI Angkatan Laut, santri belajar makna bela negara secara nyata,” ungkapnya.
Lebih lanjut, KH. Zamzami berharap kepercayaan yang diberikan kepada santri Nasyrul Ulum dapat menjadi motivasi bagi generasi muda Sumenep untuk terus berprestasi melalui jalur positif.
“Kami berharap ini menjadi inspirasi bagi Pramuka-Pramuka lain di Sumenep. Bahwa dari pesantren, dari daerah, kita bisa berkontribusi nyata untuk bangsa dan negara,” pungkasnya.
Keikutsertaan Muhammad Jamil Nur dan Candra Dinata dalam Perkemahan KKRI 2026 menegaskan peran strategis Kwarcab Gerakan Pramuka Sumenep dalam menyiapkan kader bangsa yang religius, nasionalis, dan berkarakter kuat, sekaligus memperkuat posisi pesantren sebagai mitra penting dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia. (REDJAVA/$$$)












