JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Seorang ibu rumah tangga berinisial S mengeluhkan pelayanan penggilingan padi di salah satu penggilingan padi di desa Paberasan dikarenakan karena gabah kering gilingnya yang didapat musim penghujan tahun ini dicampur atau disatukan dalam satu sok urea dengan hasil panen gabah kering giling musim kemarau.
Menurut keterangan suaminya yang mengantarkan gabahnya kemarin sore ke penggilingan padi tersebut sudah menyampaikan untuk dipisahkan hasilnya antara hasil panen penghujan tahun ini dan hasil panen musim kemarau tahun lalu kepada pemilik penggilingan padi tersebut.
“Mare ella sengkok ngocak soro pesah sedhussok se esellebe jeriya polana sedhussok jeriya 1 sok ollena panemoran ben 1 sok ollena panemberek en,” tegasnya (Saya sudah bilang yang dua sok itu hasil berasnya dipisah dikarenakan itu 1 sok hasil panen musim kemarau dan 1 sok hasil panen musim penghujan)
Ibu rumah tangga berinisial S dengan alamat dusun Padaringan Timur desa Paberasan menggerutu sambil ngomel,” Kang mangkana ngak jeriya seleben mon tak etoguwie orengnga, Pas deddiya apa tang beras bile ecampor ngak reya (Memang begitu penggilingan padi kalau tidak dijaga sama pemiliknya, mau jadi apa beras saya ini), “ujarnya.
Ibu rumah tangga berinisial S menjelaskan, rencananya beras yang di selip dipenggilingan padi tersebut dari hasil panen musim penghujan tahun ini akan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari sedangkan beras yang dari hasil selip musim kemarau akan dibuatkan zakat.(Red)












