JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, arus mudik di Terminal Arya Wiraraja, Kabupaten Sumenep, menunjukkan peningkatan signifikan. Pergerakan penumpang baik kedatangan maupun keberangkatan terpantau semakin padat memasuki H-1 Lebaran.
Berdasarkan data angkutan AKAP dan AKDP sejak H-8 hingga H-3, jumlah penumpang yang masuk ke Sumenep mengalami tren kenaikan.
Bahkan pada H-5, angka kedatangan sempat mencapai 999 penumpang, menjadi salah satu titik tertinggi selama periode arus mudik tahun ini.
Pada H-3, tercatat 106 kendaraan datang dengan total 879 penumpang. Sementara itu, arus keberangkatan juga relatif tinggi, yakni 105 kendaraan dengan 884 penumpang.
Hal ini menunjukkan mobilitas masyarakat berlangsung dinamis di dua arah, baik yang datang maupun yang masih melakukan perjalanan keluar daerah.
Namun demikian, pada H-1 Lebaran, terdapat tambahan kedatangan pemudik dari program mudik gratis yang belum tercatat dalam data resmi terminal.
Dua unit bus mudik gratis dari Jember dilaporkan tiba di Terminal Arya Wiraraja dengan membawa sekitar 25 penumpang yang turun di lokasi.
Keberadaan penumpang ini tidak masuk dalam rekapitulasi utama, sehingga berpotensi menyebabkan selisih antara data administratif dan kondisi riil di lapangan.
Kasatpel Terminal Arya Wiraraja Sumenep, Handoko Imam Hanafi, membenarkan adanya kedatangan bus mudik gratis tersebut.
“Memang benar ada dua bus mudik gratis dari Jember yang tiba hari ini, dengan kurang lebih 25 penumpang yang turun di Terminal Arya Wiraraja,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jum’at (H-1 Lebaran, 20/03/2026).
Ia menjelaskan, mekanisme pendataan penumpang program mudik gratis memiliki skema tersendiri sehingga belum terintegrasi dalam laporan utama terminal.
“Untuk data mudik gratis, saat ini belum masuk dalam rekapitulasi utama kami, karena pendataannya berbeda dengan penumpang reguler,” jelasnya.
Meski demikian, pihak terminal memastikan kondisi arus mudik secara umum masih berjalan lancar dan terkendali, meskipun terjadi peningkatan volume penumpang menjelang puncak Lebaran.
“Secara keseluruhan arus mudik masih aman dan lancar. Kami tetap siaga penuh untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, terutama pada malam takbiran,” tegas Handoko.
Dengan adanya potensi selisih data akibat belum terakomodasinya penumpang mudik gratis, sinkronisasi sistem pendataan dinilai penting guna menghadirkan gambaran utuh arus mudik di Kabupaten Sumenep.
Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada malam takbiran, seiring meningkatnya pergerakan masyarakat yang ingin merayakan Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman. (REDJAVA****)












