JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Gua Arca di Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, menyimpan segudang potensi, baik sebagai destinasi wisata alam maupun sebagai situs cagar budaya yang wajib dilestarikan.
Gua yang dikenal karena keindahan formasi stalaktit dan stalagmitnya ini juga menyimpan misteri jejak manusia purba yang menarik perhatian kalangan akademisi.
Pada 2019 dan 2021, tim peneliti arkeologi dari Yogyakarta yang dipimpin oleh Alifah, S.S., M.A., telah melakukan ekskavasi dan penelitian awal.
Kini, mereka dikabarkan akan kembali ke Gua Arca pada tahun 2025 untuk melanjutkan kajian ilmiah terkait temuan fosil manusia purba yang pernah ditemukan di situs tersebut.
Camat Kangayan, Nurullah, S.H., mengungkapkan bahwa dirinya telah terlibat langsung dalam dua kali kegiatan penelitian terdahulu saat masih menjabat sebagai Sekcam dan Pj Camat. Ia membenarkan adanya rencana kunjungan lanjutan dari tim arkeologi tahun ini.
“Pada Januari lalu kami dihubungi oleh Bu Alifah dari tim arkeolog Yogyakarta, namun sampai hari ini kami belum menerima surat resmi. Maka dari itu, saya belum melaporkan ke pihak Pemkab Sumenep,” jelas Nurullah, Rabu (9/4/2025).
Menurutnya, Gua Arca tidak hanya penting dari sisi arkeologis, tetapi juga memiliki daya tarik luar biasa sebagai destinasi wisata pendidikan.
Ia berharap ada perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk mengembangkan kawasan tersebut, terutama dalam aspek infrastruktur dan pengakuan status hukumnya.
“Tahun lalu, kami ikut lomba destinasi wisata tingkat kecamatan se-Kabupaten Sumenep. Kami tampilkan dokumentasi video dan foto Gua Arca, dan alhamdulillah meraih juara lima besar,” ungkapnya.
Namun demikian, keterbatasan anggaran masih menjadi kendala utama. Rencana untuk membangun akses jalan menuju Gua Arca sempat dirancang melalui dana desa, tetapi belum terealisasi akibat efisiensi anggaran.
“Semoga dengan adanya penelitian di tahun ini, pemerintah daerah bisa mengalokasikan anggaran untuk pengembangan Gua Arca, agar bisa menjadi destinasi edukatif bagi pelajar dan peneliti, baik dari Kangean maupun luar daerah,” tutupnya.
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, Mohammad Iksan, S.Pd., M.T., mengaku baru mengetahui keberadaan Gua Arca dari laporan media.

Namun dirinya menyambut baik jika situs tersebut memang memiliki nilai budaya dan sejarah.
“Kalau memang itu benda yang diduga sebagai cagar budaya, tentu kami akan turunkan tim ahli cagar budaya untuk meninjaunya,” tegas Iksan, Kamis (10/04/2025)
Meski demikian, ia menekankan bahwa prosedur penelitian harus terlebih dahulu melalui izin resmi dari Pemerintah Kabupaten Sumenep, khususnya dari Kesbangpol.
“Termasuk mahasiswa pun kalau melakukan penelitian, tetap harus ada izinnya. Jika izin sudah ada dan hasil penelitian disampaikan kepada kami, tentu akan kami tindak lanjuti,” pungkasnya.
Dengan berbagai potensi yang dimilikinya, Gua Arca Kangean pantas mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah daerah.
Perlindungan sebagai situs cagar budaya sekaligus pengembangan sebagai destinasi wisata edukatif menjadi langkah strategis untuk melestarikan warisan leluhur dan mendongkrak potensi pariwisata di kawasan kepulauan. (REDJAVA****)












