GOW Sumenep Gaungkan Alarm Bahaya: Stunting dan Campak Ancam Masa Depan Anak Bangsa

- Redaksi

Senin, 6 Oktober 2025 - 14:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GOW Sumenep Gaungkan Alarm Bahaya: Stunting dan Campak Ancam Masa Depan Anak Bangsa

GOW Sumenep Gaungkan Alarm Bahaya: Stunting dan Campak Ancam Masa Depan Anak Bangsa

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Ancaman besar tengah membayangi generasi muda Indonesia. Dua penyakit yang tampak berbeda, namun sama-sama berbahaya: stunting dan campak.
Dua kata itu kini menjadi sorotan serius dalam kegiatan Sosialisasi Pencegahan Stunting bertema “Generasi Sehat Tanpa Stunting dan Campak” yang digelar oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Sumenep, Senin (6/10/2025), di Aula Kantor PKK Kabupaten Sumenep.

Kegiatan yang dihadiri jajaran pengurus GOW dan perwakilan berbagai organisasi perempuan ini menghadirkan pakar kesehatan anak dari Universitas Airlangga Surabaya, Dr. Dominicus Husada, dr., DTM&H., MCTM(TP)., Sp.A(K), sebagai narasumber utama.

Suasana mendadak hening ketika sang dokter membeberkan fakta mencengangkan tentang bahaya stunting dan campak bagi anak-anak Indonesia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Stunting bukan sekadar tubuh anak yang pendek. Itu tanda bahwa anak mengalami kekurangan gizi kronis dalam waktu lama. Prosesnya bisa dimulai sejak masa kehamilan dan berlanjut bila tidak ada intervensi tepat,” ujar Dr. Dominicus.

Ia menegaskan bahwa tidak ada solusi instan dalam menghadapi masalah gizi kronis ini. Karena, menurutnya, setiap anak memiliki penyebab dan kondisi yang berbeda.

“Masalah gizi primer terjadi karena asupan yang kurang, sementara gizi sekunder bisa karena anak sering sakit atau tubuhnya tidak mampu menyerap gizi dengan baik. Karena itu, solusi tidak boleh seragam,” tegasnya.

Penjelasan itu membuat banyak peserta terdiam. Sebagian bahkan tampak merenung, menyadari bahwa stunting bukan hanya urusan tinggi badan, melainkan ancaman jangka panjang terhadap kecerdasan dan daya tahan anak.

Baca Juga :  Babinsa Koramil 0828/17 Dungkek Bantu Mengaduk Semen Membangun Rumah Warga

Selain stunting, Dr. Dominicus juga memberi peringatan keras terhadap meningkatnya kasus campak di sejumlah daerah Indonesia. Ia menyebut penyakit ini sebagai “pembunuh diam-diam” yang sering diremehkan masyarakat.

“Satu anak penderita campak dapat menulari hingga 19 anak lain. Campak adalah pembunuh anak nomor lima di dunia padahal pencegahannya sederhana: imunisasi lengkap,” ungkapnya.

Menurutnya, penyakit ini bukan hanya soal ruam merah dan demam tinggi. Ada bahaya yang jauh lebih besar mengintai di baliknya.

“Setelah terkena campak, anak bisa kehilangan daya tahan tubuh terhadap penyakit lain selama 4 minggu hingga 2 tahun. Jadi, risiko kematian bukan hanya karena campak, tapi infeksi lain yang datang setelahnya,” jelasnya.

Lebih parah lagi, ketika campak menyerang anak yang sudah mengalami stunting.

“Anak yang sudah stunting memiliki sistem pertahanan tubuh yang lemah. Ketika terkena campak, dampaknya jauh lebih berat dibanding anak sehat. Inilah mengapa penanganan kedua masalah ini harus berjalan bersamaan, tidak terpisah,” ujarnya penuh penekanan.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, organisasi yang menaungi berbagai unsur perempuan lintas profesi dan lembaga ini menegaskan peran penting kaum ibu dalam menyelamatkan masa depan generasi bangsa melalui edukasi gizi dan imunisasi.

Baca Juga :  Mengenal Sosok Aktivis Cantik Asal Kalianget Dengan Segudang Prestasi

Di penghujung acara, Dr. Dominicus menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak pemerintah daerah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat untuk menuntaskan dua ancaman besar ini.

“Tidak ada solusi cepat untuk masalah stunting dan campak. Tapi jika kita bergerak bersama lintas sektor, lintas profesi, dan melibatkan masyarakat hasilnya akan nyata jangka panjang. Dampaknya mungkin tidak langsung terlihat, tetapi generasi Indonesia akan tumbuh lebih sehat, cerdas, dan tangguh,” tutupnya. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi
Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga

BERITA TERKAIT

Rabu, 16 September 2026 - 08:22 WIB

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi

Minggu, 13 September 2026 - 23:59 WIB

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

BERITA TERBARU