JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) bersama seluruh Puskesmas di wilayah kerjanya terus bergerak aktif dalam upaya menekan angka penyebaran penyakit menular, khususnya campak. Salah satu langkah nyata yang kini tengah dilakukan adalah Outbreak Response Immunization (ORI) Campak 2025, sebuah program imunisasi serentak yang menyasar anak-anak usia sekolah dasar dan sederajat.
Di salah satu sekolah dasar, tampak suasana penuh antusias. Puluhan siswa berseragam putih merah duduk rapi dan tersenyum ceria, didampingi guru, tenaga kesehatan, serta anggota TNI yang ikut memberikan dukungan moral di desa Legung Timur. Mereka bersama-sama mengangkat spanduk besar bertuliskan ajakan untuk menyukseskan program ORI Campak. Momen tersebut tidak hanya menjadi dokumentasi kegiatan, melainkan simbol nyata sinergi semua pihak dalam menjaga kesehatan generasi penerus bangsa.
Kepala Puskesmas Legung Timur, Adi Mulyono, menuturkan bahwa program ORI Campak ini merupakan bentuk respon cepat pemerintah dalam mencegah wabah yang dapat membahayakan masa depan anak-anak. Campak, kata dia, bukan sekadar penyakit biasa yang ditandai dengan ruam kulit, namun bisa berkembang menjadi komplikasi serius seperti radang paru, radang otak, bahkan berakibat fatal.
“ORI Campak ini adalah langkah strategis yang harus kita sukseskan bersama. Jangan sampai ada anak-anak yang terlewat dari imunisasi, karena satu anak yang tidak diimunisasi bisa menjadi pintu masuk penularan bagi yang lain. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh orang tua di Kabupaten Sumenep untuk berperan aktif mendukung program ini,” ujarnya kepada media ini, Selasa (26/8/2025).
Menurut Adi, imunisasi yang diberikan ini bersifat gratis tanpa dipungut biaya sepeser pun. Hal tersebut membuktikan bahwa negara hadir untuk melindungi rakyatnya, terutama generasi emas yang akan menjadi penentu masa depan bangsa.
“Campak memang sangat menular, tapi dengan imunisasi kita bisa mencegahnya. Ingat, pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan. Kami ingin memastikan anak-anak di Sumenep tumbuh sehat, kuat, dan cerdas tanpa dibayangi ancaman penyakit berbahaya,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan program ORI Campak tidak hanya ditentukan oleh petugas kesehatan, melainkan juga dukungan lintas sektor mulai dari pihak sekolah, aparat desa, tokoh masyarakat, hingga orang tua murid. Sinergi itulah yang menjadi kunci sukses tercapainya target imunisasi dan terwujudnya masyarakat yang sehat.
“Harapan kami, gerakan ORI Campak ini bisa menjadi momentum kebangkitan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya imunisasi. Jika anak-anak kita sehat, maka generasi mendatang akan kuat. Mari kita jaga masa depan mereka bersama-sama,” pungkasnya. (REDJAVA****)












