JAVANETWORK.CO.ID.SURABAYA – NU Care-LAZISNU PWNU Jatim kembali menegaskan komitmennya membangun kemandirian umat melalui penguatan literasi keuangan. Mengusung tema “Perempuan Muda Berdaya, Finansial Terjaga”, kegiatan ini digelar di Hotel Kampi Surabaya, Jumat (13/2/2026), dan menyasar ratusan generasi Z serta perempuan muda dari berbagai elemen di Surabaya.
Agenda ini merupakan bagian dari penguatan pilar NU Care Cerdas, hasil kolaborasi LAZISNU PBNU bersama Tokio Marine Life Insurance Indonesia. Sinergi filantropi dan sektor asuransi ini diarahkan untuk membangun kesadaran finansial sejak dini, sekaligus membuka ruang pemberdayaan ekonomi berkelanjutan.
SVP Marketing and Corporate Planning Tokio Marine Life, Alexander Mahendrawan, mengapresiasi kemitraan yang telah terjalin dengan keluarga besar NU. Menurutnya, kolaborasi yang selama setahun terakhir berjalan aktif di Jakarta dan sejumlah daerah, menunjukkan adanya kesamaan visi dalam membangun ekosistem pemberdayaan.
“Literasi keuangan ini bukan sekadar edukasi, tetapi fondasi untuk memperkuat ketahanan finansial generasi Z dan perempuan muda. Kami ingin menghadirkan perlindungan finansial yang relevan sekaligus membuka peluang kemandirian,” ujarnya.
Ia menambahkan, konsep kegiatan dirancang sebagai ruang belajar bersama yang mendorong keberanian mengambil keputusan finansial secara bijak. “Harapannya bukan hanya pengetahuan yang bertambah, tetapi juga lahir tindakan nyata dalam mengelola dan melindungi keuangan,” tegasnya.

Senada dengan itu, Wakil Ketua LAZISNU PWNU Jatim, Mohammad Su’eb, menilai literasi keuangan memiliki efek domino terhadap penguatan gerakan filantropi di lingkungan Nahdlatul Ulama. Dengan pemahaman pengelolaan keuangan rumah tangga yang baik, potensi donasi dan kepedulian sosial diyakini akan meningkat.
“Ketika ibu-ibu muda memiliki literasi finansial yang matang, bukan hanya kesejahteraan keluarga yang terjaga, tetapi juga kontribusi sosial akan tumbuh. Dari rumah tangga yang kuat, lahir gerakan filantropi yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, gerakan donasi NU melalui lima pilar utama terus diperkuat, yakni NU Care Cerdas (pendidikan dan edukasi), NU Care Berdaya (penguatan ekonomi masyarakat kurang mampu), NU Care Sehat (layanan kesehatan), NU Care Damai (kemanusiaan dan sosial), serta NU Care Hijau (kepedulian lingkungan).
“Seluruh program ini saling terhubung. Literasi keuangan menjadi pintu masuk untuk memperkuat kesadaran sosial dan kemandirian ekonomi umat,” jelasnya.
Kegiatan ini juga menghadirkan Head of Agency Activation and Retention Nila Kurniasari serta Ketua LAZISNU PWNU Jatim H. A. Afif Amrullah sebagai narasumber utama. Turut hadir jajaran manajemen Tokio Marine Life dan pengurus LAZISNU PWNU Jatim, menandai kuatnya komitmen kolaborasi lintas sektor.
Melalui kegiatan ini, NU Care-LAZISNU berharap generasi Z dan perempuan muda tidak hanya melek finansial, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi keluarga sekaligus pilar filantropi yang berdaya dan berkelanjutan. (REDJAVA/$$$)










