JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Mantan Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur, H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc., Ph.D menghadiri Talkshow bersama Generasi Emas Nusantara (GEN) Kabupaten Sumenep.
Acara yang dikemas Suara Generasi itu berlangsung di Lotus Cafe Sumenep, sejak pukul 14.30 hingga selesai mengusung tema Generasi Emas Menghadapi Tantangan, Meraih Peluang.
Dalam acara tersebut turut dihadiri Dewan Pembina GEN Sumenep, Moh. Romli MPd, Ketua GEN Pamekasan, Ketua GEN Sumenep beserta jajaran serta seluruh Ketua GEN kecamatan se-Kabupaten Sumenep.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kesempatan itu, Ketua GEN Sumenep Atigurrahman mengatakan dalam sambutannya bahwa acara Suara Generasi sudah yang kesekian kalinya digelar oleh GEN Sumenep sebagai wadah kajian dan jejaring bagi generasi muda.
“Suara Generasi ini sudah yang kesekian kalinya kami gelar dengan menghadirkan tokoh – tokoh dari pejabat publik dengan mempertemukannya dengan generasi muda,” kata Atigurrahman disela-sela kegiatan.
Dirinya memaparkan lebih lanjut, bahwa untuk berdiskusi terkait banyak hal mengingat tujuan dibentuknya Generasi Emas Nusantara (GEN) adalah sebagai wadah atau sarana jejaring sesama generasi muda.

“Alhamdulillah untuk kali Generasi Emas Nusantara (GEN) Sumenep ini bisa berdiskusi langsung dengan Mas Emil Dardak yang merupakan mantan Wakil Gubernur Jawa Timur yang keren ini,” terangnya.
Di tempat yang sama, Emil Dardak Elistianto, B.Bus, M.Sc, Ph.d dalam menyampaikan materinya bahwa tantangan dan peluang yang akan dihadapi generasi muda ke depan akan semakin kompleks mengingat dunia terus berubah setiap saat.
“Tantangan dan harapan generasi emas ke depan akan semakin kompleks karena dunia akan terus berubah setiap saat tentu jika orang kita dulu cukup bermodalkan IPK 3 langsung diterima kerja,” ungkap Emil Dardak Elistianto menjelaskan.
Menurut mantan Wagub Jatim itu menyatakan boleh saja hari ini banyak sarjana meski IPK nya yang tinggi sangat sulit mendapatkan pekerjaan, ini bukti bahwa dunia berubah setiap saat dengan beragam tantangan dan harapan yang juga semacam kompleks.
“Oleh sebab itu, kita hari ini tidak cukup bermodalkan ijazah bangku kuliah, karena dunia hari ini membutuhkan freelance ketimbang karyawan dimana minat dan bakat generasi emas akan dihargai begitu mahal,” pungkasnya. (REDJAVA****)









