JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Suara gong bergema lantang dari halaman utama Rutan Kelas IIB Sumenep, Selasa (15/4/2025).
Bukan sekadar dentang logam, tetapi gema harapan, semangat baru, dan wajah humanis pemasyarakatan.
Dalam suasana yang penuh semarak, Kepala Rutan Sumenep Ridwan Susilo secara resmi membuka Pekan Olahraga dan Seni dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-61.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di bawah langit pagi yang bersahabat, warga binaan berkumpul dengan wajah antusias.
Mengenakan seragam rapi, mereka tak hanya hadir sebagai penonton, tetapi juga sebagai aktor utama dari sebuah panggung pembinaan yang disusun dengan penuh kesungguhan.

“Ini bukan hanya seremoni. Ini adalah bagian dari ikhtiar kami untuk memanusiakan manusia. Mereka memang sedang menjalani hukuman, tapi bukan berarti kehilangan hak untuk berkarya, bergembira, dan bermimpi,” kata Ridwan Susilo dalam keterangan tertulis, Rabu (16/04/2025).
Pekan Olahraga dan Seni ini digelar sebagai bagian dari pendekatan pembinaan holistik.
Di dalamnya, berbagai cabang olahraga seperti tenis meja dan bola voli akan dilombakan, serta seni tarik suara, adzan, hingga kreativitas lainnya menjadi ajang adu bakat para warga binaan.
Mereka berlatih, berkompetisi, dan belajar menjunjung sportivitas sebagai bagian dari proses reintegrasi menuju kehidupan bermasyarakat yang lebih baik.
Ridwan menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah cermin wajah baru pemasyarakatan, di mana pembinaan tak lagi semata-mata soal kepatuhan terhadap aturan, melainkan pemberdayaan, penguatan karakter, dan pengembalian martabat manusia.
“Kami ingin warga binaan menyadari bahwa mereka tetap memiliki nilai dan potensi. Dengan olahraga mereka belajar kedisiplinan, dengan seni mereka melatih kepekaan dan kreativitas. Semua ini adalah bagian dari rekonstruksi jati diri mereka,” jelasnya.
Tak hanya menjadi hiburan, gelaran ini juga menjadi medium refleksi sosial.

Rutan Sumenep kini memantapkan langkah sebagai lembaga pembinaan yang mengedepankan pendekatan humanis, menyandingkan fungsi keamanan dengan semangat pemberdayaan.
Semangat Hari Bakti Pemasyarakatan ke-61 tak hanya dirayakan dengan simbolik, tetapi juga diwujudkan dalam kerja nyata: menjadikan ruang tahanan sebagai taman pembinaan, menjadikan jeruji bukan sebagai batas harapan, melainkan jendela perubahan.
Wajah-wajah bahagia warga binaan yang berlomba, berjoget saat karaoke, atau mengumandangkan adzan dengan khusyuk, menjadi bukti bahwa pembinaan bukan sekadar kata, ia adalah tindakan yang mampu mengubah jalan hidup.
“Yang kami lakukan hari ini adalah investasi moral dan sosial. Kami ingin ketika kelak mereka keluar, mereka siap kembali sebagai bagian dari masyarakat yang utuh, bahkan mungkin lebih baik dari sebelumnya,” pungkas Ridwan.
Dengan pendekatan yang konsisten, inovatif, dan menyentuh hati, Ridwan Susilo dan jajaran Rutan Sumenep tak hanya mengelola lapas sebagai tempat tahanan, tetapi sebagai rumah kedua tempat tumbuhnya harapan baru. (REDJAVA****)








