JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Gelombang semangat perempuan untuk bangkit membuncah di Bumi Sumekar. Bertempat di Sekretariat TP PKK Kabupaten Sumenep, Jalan Panglima Sudirman, Senin (28/4/2025).
Ketua DWP Kabupaten Sumenep, Dra. Chusnol Chotimah, M.M., membuka sekaligus menyalakan bara optimisme baru dalam Sosialisasi Perkoperasian bagi Dharma Wanita Persatuan (DWP) se-Kabupaten Sumenep.
Dalam sambutannya, Chusnol Chotimah menegaskan, koperasi bukan sekadar soal ekonomi, melainkan gerakan sosial yang menopang ketahanan keluarga, membangun kemandirian perempuan, dan menjadi pilar peradaban bangsa.
“Perempuan adalah tiang negara. Melalui koperasi, perempuan dapat menjadi motor penggerak ekonomi keluarga, pelopor solidaritas sosial, sekaligus sumber kekuatan perubahan,” ujar Chusnol Chotimah, penuh keyakinan.
Chusnol Chotimah menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja DWP Kabupaten Sumenep dalam rangka memperkuat kapasitas ekonomi perempuan melalui koperasi berbasis komunitas.
Ia mengajak seluruh peserta untuk memandang koperasi sebagai instrumen perjuangan kolektif, bukan sekadar lembaga usaha biasa.
Menurutnya, keterlibatan aktif perempuan dalam koperasi akan menghidupkan ekonomi lokal yang berkeadilan dan berdaya saing tinggi.
Menguatkan pesan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) menghadirkan sosok inspiratif, Moh. Bahar, S.E., M.M., narasumber utama yang dikenal sebagai visioner dalam dunia perkoperasian nasional.
Bahar tampil memukau dengan orasi penuh energi. Ia menegaskan bahwa koperasi adalah ruh perjuangan ekonomi rakyat, bukan sekadar badan usaha.
“Koperasi bukan hanya mesin bisnis. Ia adalah jiwa kedaulatan rakyat jalan menuju martabat keluarga dan bangsa,” ungkapnya.
Tak sekadar menggelorakan semangat, Bahar juga mengajak seluruh perempuan Sumenep untuk kembali kepada jati diri sejati koperasi: membangun solidaritas, mengutamakan kepentingan bersama, dan berpegang pada nilai-nilai keadilan.
“Tanpa memahami jati diri koperasi, kita hanya membangun cangkang kosong. Melalui forum ini, mari kita nyalakan kembali api perjuangan ekonomi rakyat!” pungkasnya.
Kegiatan ini tidak berhenti pada ruang wacana. Seluruh hasil sosialisasi akan dirangkum dan dilaporkan kepada Kepala Diskop UKM Perindag sebagai bahan evaluasi serta pijakan strategis untuk membangun koperasi berbasis komunitas yang kuat dan berdaya tahan.
Acara ini diikuti sekitar 90 peserta, terdiri atas Ketua DWP Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan DWP Kecamatan dan dari OPD yang masuk dalam keanggotaan pengurus DWP Kabupaten Sumenep.(REDJAVA***)










