JAVANETWORK.CO.ID.KOTA BATU – Sebuah inovasi lahir dari Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sumber Prima di Desa Lebeng Barat, Kecamatan Pasongsongan, merintis konsep wisata yang mengintegrasikan spiritualitas dengan pengembangan agraria.
Bertajuk Tour Religi & Wisata Pertanian, program ini menjadi wadah bagi petani untuk menyeimbangkan keyakinan spiritual dengan perkembangan pertanian modern. Acara yang digelar di Villa Sakinah, Kota Batu, Malang, ini dirancang sebagai pengalaman transformatif yang tidak hanya memperkenalkan teknik pertanian mutakhir, tetapi juga memperkuat nilai-nilai spiritual sebagai fondasi mentalitas petani yang tangguh dan inovatif.
Ketua Gapoktan Sumber Prima, Musyfik Ramadhan, S.M., menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk implementasi arahan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep, Chainur Rasyid. Tujuannya adalah mendukung realisasi program Asta Cita yang diusung Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam mempercepat swasembada dan ketahanan pangan nasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami ingin para petani memiliki wawasan luas, tidak hanya dalam aspek teknis pertanian, tetapi juga dari sudut pandang spiritual. Dengan keseimbangan ini, kami yakin mereka akan semakin siap menghadapi tantangan sektor pertanian yang terus berkembang,” ungkap Musyfik Ramadhan, Sabtu (22/02/2025) malam.
Yang menarik, kegiatan ini sepenuhnya didanai secara mandiri oleh Gapoktan Sumber Prima, mencerminkan semangat kemandirian petani dalam menciptakan perubahan di sektor pertanian.
Selain wisata religi dan pelatihan pertanian, Gapoktan Sumber Prima juga menggelar Rapat Kerja (Raker) 2025 di Kota Batu. Forum ini menjadi ruang strategis bagi para pemangku kepentingan untuk merumuskan langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Dengan mengusung tema Optimalisasi Peran Petani dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional, Raker ini menghadirkan berbagai elemen penting, termasuk Koordinator Penyuluh (Korluh) BPP Pasongsongan yang baru, Ahmad Mulyono, S.P., sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, kelompok tani, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan pangan di era globalisasi.
“Dengan koordinasi yang baik serta penerapan teknologi pertanian yang tepat, kita bisa meningkatkan hasil panen secara signifikan sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor pangan. Ini adalah kunci utama dalam memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar Ahmad Mulyono dalam sesi diskusi yang mendapat respons antusias dari peserta.
Selain menjadi wadah berbagi pengalaman, forum ini juga membuka ruang eksplorasi inovasi pertanian, mulai dari penerapan teknologi presisi, kebijakan pangan, hingga strategi pemasaran hasil tani yang lebih kompetitif di era digital.

Sementara itu, Ketua Gabungan Kelompok Tani Kecamatan (Gapoktancam) Bindara Saod, Kiai Abdul Adhim, berharap pertemuan ini dapat menjadi fondasi strategis bagi petani dalam meningkatkan kesejahteraan mereka.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap petani memiliki akses terhadap teknologi yang tepat serta strategi pemasaran yang kuat. Dengan demikian, mereka dapat lebih mandiri dan memiliki daya saing, baik di pasar nasional maupun global,” ujarnya dengan penuh optimisme.
Dengan hadirnya Tour Religi & Wisata Pertanian serta Raker Gapoktan 2025, para petani Sumenep diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis mereka, tetapi juga memperkuat nilai spiritual dan solidaritas komunitas pertanian.
“Inisiatif ini adalah langkah maju dalam membangun ekosistem pertanian yang lebih inovatif, mandiri, dan berdaya saing tinggi. Dengan sinergi antara tradisi dan teknologi, petani dapat menjadi aktor utama dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional yang sesungguhnya,” tandasnya.
Desa Lebeng Barat kini membuktikan bahwa pertanian bukan sekadar profesi, melainkan sebuah misi besar untuk kesejahteraan bersama. Dengan visi yang kuat dan kolaborasi yang erat, program ini menjadi titik terang bagi masa depan pertanian Indonesia yang lebih cerah dan berkelanjutan. (REDJAVA****)










