JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Fakultas Hukum Universitas Wiraraja (FH Unija) kembali menorehkan catatan akademik penting dengan meluluskan sebanyak 87 Sarjana Hukum dalam prosesi Yudisium Sarjana Hukum Tahun Akademik 2024/2025 yang digelar secara khidmat di Graha Sumekar Unija, Jalan Trunojoyo, Sumenep, pada Selasa, 29 Juli 2025.
Acara tersebut dikemas dalam Rapat Terbuka Senat Fakultas, dan dihadiri oleh jajaran pimpinan kampus, mulai dari Rektor Universitas Wiraraja, Dekan Fakultas Hukum, Wakil Dekan, Kepala Tata Usaha, serta civitas akademika FH Unija.
Yudisium ini menjadi penanda resmi bahwa para lulusan telah menyelesaikan seluruh proses akademik dan dinyatakan layak menyandang gelar Sarjana Hukum (S.H.).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dr. Moh. Zeinudin, S.H., S.H.I., M.Hum., selaku Dekan Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Wiraraja, menyampaikan pesan mendalam tentang makna kelulusan dan tanggung jawab intelektual di tengah masyarakat.
“Hari ini kita tidak hanya meluluskan 87 sarjana hukum, tetapi melepas kader-kader perubahan yang akan hidup dalam dinamika hukum yang kompleks. Mereka tidak boleh sekadar menjadi ahli pasal-pasal, tapi harus hadir sebagai penjaga nurani dan penggerak keadilan,” ujar Dr. Zein kepada media ini usai kegiatan.
Menurutnya, Fakultas Hukum Universitas Wiraraja tidak hanya mendidik mahasiswa agar cakap secara akademik, tetapi juga membentuk karakter dan integritas lulusan yang adaptif, humanis, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
Dalam prosesi yudisium ini, Diana Camelia Yasmin dinobatkan sebagai lulusan terbaik dengan IPK 3,95. Diana dikenal sebagai sosok inspiratif, aktif dalam Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), dan memiliki pengalaman luar biasa di berbagai forum bergengsi.
“Dia pernah mengikuti summer school di Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, program diplomasi di Kementerian Luar Negeri RI, serta magang di DPR RI,” jelasnya.
Dr. Zein menilai bahwa prestasi Diana adalah contoh nyata bahwa lulusan FH Unija mampu menembus batas lokalitas dan berdaya saing di tingkat nasional bahkan internasional.
“Diana membuktikan bahwa menjadi aktivis dan akademisi bisa berjalan beriringan. Ia adalah bukti bahwa kerja keras, komitmen, dan jaringan yang luas akan menghasilkan profil lulusan yang unggul dan menginspirasi,” tambahnya.
Prosesi yudisium yang berlangsung dalam suasana agung itu sekaligus menjadi momen reflektif bagi seluruh sivitas akademika.
Kaprodi Hukum itu juga mengingatkan bahwa gelar sarjana hukum bukan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab baru di tengah masyarakat yang semakin dinamis.
“Jadilah sarjana hukum yang tak hanya tahu pasal demi pasal, tetapi mampu menghidupkan nilai-nilai keadilan dalam kehidupan nyata. Hukum bukan alat kekuasaan, melainkan panggilan nurani untuk membela yang lemah dan menegakkan martabat kemanusiaan,” pungkas Dr. Zein, sapaan akrabnya.









