Festival Literasi 2025 di Sumenep, Bupati Fauzi Tegaskan: Buku Harus Tetap Hidup 100 Tahun Lagi

- Redaksi

Senin, 22 September 2025 - 19:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo Saat Memberikan Sambutan di Acara Festival Literasi, Senin (22/09/2025)

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo Saat Memberikan Sambutan di Acara Festival Literasi, Senin (22/09/2025)

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEPSuasana berbeda terasa di kabupaten Sumenep saat festival Literasi 2025 digelar. Ratusan judul buku dengan harga terjangkau diserbu masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga para pegiat literasi.

Namun lebih dari sekadar bazar buku, acara ini menghadirkan pesan besar dari Bupati Sumenep, Ahmad Fauzi Wongsojudo.

Dengan suara tegas, Fauzi menyerukan bahwa setiap karya cetak maupun digital wajib punya perlindungan dan wadah yang jelas, agar tidak hilang ditelan zaman.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Buku bukan cuma komoditas ekonomi atau hiburan sesaat. Buku adalah arsip pengetahuan, catatan budaya, dan identitas daerah. Kalau tidak kita jaga, ia bisa lenyap bersama pergantian teknologi,” ujarnya di hadapan peserta festival.

Menurutnya, Sumenep harus menyiapkan langkah konkret agar karya lokal tetap bisa ditemukan meski seratus tahun mendatang. Ia menekankan pentingnya repositori, kebijakan deposit, metadata, hingga perlindungan hukum yang kuat.

Baca Juga :  Menyulam Cahaya Ramadan: SMAN 1 Sumenep Ciptakan Generasi Berkarakter dengan Pondok Spiritual

Fauzi menegaskan, Dispusip, penerbit lokal, hingga komunitas literasi harus bersinergi menjaga warisan pengetahuan.

“Salah satu langkah nyata adalah mendorong semua penulis dan penerbit mendaftarkan ISBN serta menyerahkan salinan digital melalui layanan e-Deposit Perpusnas,” jelasnya. 

Bahkan, ia mengingatkan soal standar penyimpanan digital: mulai dari penggunaan format PDF/A, penyimpanan file sumber asli, hingga replikasi data di minimal tiga lokasi berbeda on-site, off-site, dan cloud.

Baca Juga :  Ketika Laporan Fiktif Lebih Tajam dari Senjata

“Kalau kita ingin buku tetap ada 100 tahun ke depan, kita wajib punya strategi. Jangan sampai karya anak Sumenep hilang hanya karena tidak ada perlindungan,” tegasnya.

Tak hanya bicara soal teknis, Bupati Fauzi juga melihat Festival Literasi 2025 sebagai momentum transformatif. Menurutnya, bazar buku murah ini bukan sekadar ruang jual beli, tapi bisa sekaligus menjadi “pabrik pengumpulan karya lokal”.

“Setiap buku yang terjual, sekaligus punya kesempatan untuk kita ‘selamatkan’ bagi generasi mendatang,” sambungnya.

Ia berharap Dispusip bisa membuka layanan pendaftaran ISBN, pemindaian karya, hingga unggah repositori langsung di arena festival. Dengan begitu, semangat membaca bisa berjalan beriringan dengan misi melestarikan budaya literasi jangka panjang.

Baca Juga :  Penemuan Mayat Mr X Diperairan Tanjung Saronggi Yang Sempat Hebohkan Masyarakat Sumenep Akhirnya Terungkap

Festival Literasi 2025 yang mengangkat tema “Merawat Tradisi, Menggali Inspirasi Lewat Tradisi” ini sontak menjadi perbincangan hangat. Selain menawarkan ribuan buku murah, festival juga menyalakan kembali semangat membaca di tengah gempuran dunia digital.

Bupati Fauzi menutup pesannya dengan kalimat penuh makna.

“Pelestarian budaya tidak boleh pasif. Ia butuh kebijakan, infrastruktur, pendanaan, dan kerja sama banyak pihak. Kalau semua bergerak, buku-buku karya kita akan tetap hidup bahkan 100 tahun lagi,” pungkasnya. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Diskop UKM dan Perindag Sumenep Gelar Bimtek SAK-EP, Perkuat Tata Kelola 50 Koperasi
Dialog Interaktif di RRI Sumenep Bongkar Program Pembebasan Pajak 2026, Satlantas Ajak Warga Manfaatkan Kebijakan
MagangHub Batch I 2026 Resmi Dibuka, Rutan Sumenep Bekali Peserta Disiplin dan Etika Kerja
Pesta Rakyat Bangselok Meledak! 45 Stan UMKM Ludes, 38 Peserta Ramaikan Lomba Karaoke
Latpraops Tumpas Narkoba Semeru 2026, Polresta Sumenep Siapkan Strategi Buru Bandar Narkoba
Anggaran Sumenep 2026 Berubah, Bupati Minta Kebijakan Fiskal Lebih Responsif dan Tepat Sasaran
Siswa MTsN 2 Sumenep Ukir Prestasi Gemilang, Akhmad Syarif Nashrullah Juara 1 Tenis Meja Jatim 2026
Sumenep Menuju Kabupaten Kepulauan, Langkah Awal Sudah Dimulai

BERITA TERKAIT

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Diskop UKM dan Perindag Sumenep Gelar Bimtek SAK-EP, Perkuat Tata Kelola 50 Koperasi

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:31 WIB

Dialog Interaktif di RRI Sumenep Bongkar Program Pembebasan Pajak 2026, Satlantas Ajak Warga Manfaatkan Kebijakan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 10:53 WIB

MagangHub Batch I 2026 Resmi Dibuka, Rutan Sumenep Bekali Peserta Disiplin dan Etika Kerja

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:55 WIB

Pesta Rakyat Bangselok Meledak! 45 Stan UMKM Ludes, 38 Peserta Ramaikan Lomba Karaoke

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:51 WIB

Latpraops Tumpas Narkoba Semeru 2026, Polresta Sumenep Siapkan Strategi Buru Bandar Narkoba

BERITA TERBARU