JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Sebuah peristiwa sosial yang menggugah hati publik akan digelar di Kota Keris. Naghfir’s Institute Award 2026 hadir sebagai ajang apresiasi untuk sembilan sosok sederhana yang selama ini bekerja dalam senyap demi kemanusiaan.
Bertajuk “Ajang Apresiasi 9 Pelopor Kebaikan”, kegiatan ini akan berlangsung pada 5 Maret 2026 pukul 16.00 WIB di kantor Naghfir’s Institute, Jl. Jokotole Perum Griya Berkat Regency Gg. III/24.
Ajang ini disebut-sebut sebagai salah satu momentum sosial paling inspiratif di Sumenep tahun ini. Pasalnya, penghargaan tidak diberikan kepada pejabat atau figur populer, melainkan kepada masyarakat akar rumput yang konsisten menebar manfaat.
Direktur Naghfir’s Institute, Dr. Naghfir, S.H.I., S.H., M.Kn., CPM., CH., CHt., menegaskan bahwa penghargaan ini lahir dari kegelisahan moral melihat begitu banyak kebaikan yang luput dari sorotan publik.
“Kami ingin membuka mata publik bahwa kebaikan sejati sering kali lahir dari orang-orang biasa yang bekerja tanpa panggung dan tanpa sorotan,” kata Dr. Naghfir kepada media ini, Selasa (03/03/2026).
Sembilan penerima penghargaan berasal dari latar belakang yang beragam: sopir ambulans, guru madrasah, penggali kubur, guru ngaji, budayawan, guru TK, juru sampah, ojek online, hingga pengumpul sampah.
Mereka dinilai konsisten menunjukkan dedikasi dan ketulusan dalam melayani masyarakat.
Menurut Dr. Naghfir, pemilihan figur dilakukan melalui proses observasi dan pertimbangan atas dampak sosial yang nyata di tengah masyarakat.
“Kami tidak melihat besar kecilnya profesi, tetapi dampak dan ketulusan. Mereka adalah simbol bahwa nilai kemanusiaan masih hidup kuat di Sumenep,” tegasnya.
Sosok ketua DPC ISSITA Sumenep menyampaikan bahwa Naghfir’s Institute ingin membangun budaya apresiasi terhadap nilai-nilai kemanusiaan, bukan semata prestasi formal.
“Jika masyarakat mulai menghargai kebaikan sekecil apa pun, maka kita sedang membangun peradaban yang lebih beradab,” ungkap Dr. Naghfir .
Lebih lanjut Ia juga berharap ajang ini menjadi pemantik gerakan sosial yang lebih luas di Bumi Sumekar.
“Kami berharap Award ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi gerakan moral bersama. Sumenep harus dikenal sebagai daerah yang memuliakan orang-orang baik,” pungkasnya.
Kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai elemen, termasuk komunitas sosial dan lembaga keuangan daerah, yang menunjukkan kolaborasi nyata dalam menguatkan nilai kepedulian sosial.
Di tengah derasnya arus informasi negatif, kehadiran Naghfir’s Institute Award 2026 menjadi angin segar.
Sembilan pelopor kebaikan ini bukan hanya menerima penghargaan, tetapi juga menghadirkan harapan bahwa kebaikan, sekecil apa pun, tetap memiliki tempat terhormat di hati masyarakat Sumenep. (REDJAVA****)












