FENOMENA KEVIN-ROSSBY PICU CUACA EKSTREM DI MADURA, SUMENEP JADI FOKUS PERINGATAN BMKG

- Redaksi

Minggu, 30 November 2025 - 15:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BMKG: Cuaca Ekstrem Ancam Jawa Timur, Sumenep Menjadi Wilayah Risiko Tinggi

BMKG: Cuaca Ekstrem Ancam Jawa Timur, Sumenep Menjadi Wilayah Risiko Tinggi

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda Surabaya mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di Jawa Timur selama periode 30 November hingga 9 Desember 2025.

Peningkatan dinamika atmosfer menyebabkan potensi hujan intensitas sedang hingga lebat, petir, angin kencang, banjir, banjir bandang, tanah longsor, hingga puting beliung di sejumlah wilayah.

Dari seluruh wilayah terdampak, Pulau Madura terutama Kabupaten Sumenep masuk dalam zona risiko tertinggi karena kondisi atmosfernya menunjukkan pembentukan awan konvektif yang lebih aktif dibanding daerah lain.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala BMKG Juanda Surabaya, Taufiq Hermawan, menegaskan bahwa Madura menjadi perhatian utama dalam periode cuaca ekstrem kali ini.

“Madura, khususnya Sumenep, berada pada jalur pertumbuhan awan konvektif yang sangat intens. Ini meningkatkan peluang terjadinya hujan lebat, petir, serta angin kencang dalam beberapa hari ke depan,” kata Taufiq dalam keterangan tertulis yang diterima media ini, Minggu (30/11/2025)

Ia menjelaskan bahwa fenomena atmosfer Kelvin, Rossby, serta gelombang Low yang melintas di wilayah Jawa Timur memicu peningkatan aktivitas cuaca signifikan. Suhu muka laut di kawasan Selat Madura yang masih hangat semakin memperkuat pembentukan awan badai.

“Kombinasi fenomena global dan lokal inilah yang membuat cuaca di Jawa Timur lebih tidak stabil. Madura menjadi salah satu daerah yang terdampak paling kuat,” tambahnya.

Selain hujan lebat, potensi angin kencang dan puting beliung juga perlu diwaspadai oleh masyarakat Sumenep dan wilayah Madura lainnya.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak lengah. Cuaca dapat berubah mendadak, dari cerah menjadi hujan lebat dalam hitungan jam,” imbau Taufiq.

Menurut Taufiq, kondisi topografi yang beragam mulai dari pesisir hingga perbukitan membuat Madura, khususnya Sumenep, lebih rentan mengalami dampak hidrometeorologi.

“Wilayah dengan lereng curam dan aliran sungai di Madura, terutama di Sumenep, perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman banjir bandang dan tanah longsor,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Sumenep, Ari Widjoyanto, menambahkan bahwa wilayah Sumenep memiliki kerentanan khusus terhadap cuaca ekstrem akibat kondisi geografisnya.

“Sumenep berada pada kombinasi wilayah pesisir dan perbukitan. Saat hujan lebat disertai angin kencang, risiko banjir pesisir, genangan cepat, longsor, dan pohon tumbang meningkat signifikan,” ujar Ari.

Ari menyebut sejumlah kecamatan rawan seperti Batuputih, Batang-Batang, Ganding, Pasongsongan, serta beberapa wilayah pesisir yang berpotensi mengalami dampak lebih cepat.

“Kami mencatat adanya aktivitas awan konvektif yang cukup aktif di wilayah timur Sumenep. Pola ini sering memicu hujan intens yang datang tiba-tiba,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa masyarakat diminta tidak mengabaikan peringatan dini cuaca yang dikeluarkan BMKG Sumenep maupun BMKG Juanda.

“Peringatan dini bukan sekadar imbauan, tetapi pedoman keselamatan. Terutama bagi nelayan dan warga yang tinggal dekat sungai, kami minta untuk benar-benar memantau perkembangan cuaca,” tegasnya.

Selain itu, ia juga meminta agar pemerintah desa, kecamatan, dan aparat penanganan bencana meningkatkan koordinasi untuk mitigasi risiko.

“Data dan analisis terbaru selalu kami siapkan untuk mendukung langkah mitigasi pemerintah daerah, agar penanganan bisa dilakukan cepat dan tepat,” tutupnya. (REDJAVA****)

Baca Juga :  Meriah! Pawai Hias Sepeda di Sumenep Dapat Pengawalan Ketat Polisi
Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi
Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga

BERITA TERKAIT

Rabu, 16 September 2026 - 08:22 WIB

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi

Minggu, 13 September 2026 - 23:59 WIB

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

BERITA TERBARU