JAVANETWORK.CO.ID.JEMBER – Di tengah arus deras globalisasi dan gempuran era digital, sebuah lembaga pendidikan Islam di Kabupaten Jember terus meneguhkan eksistensinya sebagai penjaga nilai dan cahaya peradaban.
Yayasan Pendidikan Islam Fathur Rahman, yang berlokasi di Desa Curahdami, Kecamatan Sukorambi, hadir menjadi oase ilmu dan akhlak di tengah keringnya orientasi pendidikan modern yang cenderung materialistis.
Berbicara kepada media ini, pendiri Yayasan Pendidikan Islam Fathur Rahman, Abdur Rahman, S.Ag, menegaskan bahwa lembaga yang dirintisnya sejak awal memang didedikasikan untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga luhur dalam akhlak dan dalam dalam pemahaman keagamaannya.
“Kami membangun yayasan ini dengan niat ibadah dan tanggung jawab moral terhadap masa depan generasi bangsa. Visi kami jelas: membangun peradaban Islam melalui pendidikan yang berbasis ilmu dan akhlak,” tutur Abdur Rahman, Rabu (10/06/2025).
Yayasan Fathur Rahman mengelola empat unit pendidikan yang saling bersinergi:
– Pondok Pesantren Fathur Rahman, sebagai pusat pembinaan spiritual dan karakter;
– Madrasah Tsanawiyah (MTs) Fathur Rahman, yang menjembatani kurikulum umum dan keislaman;
– SMK Fathur Rahman, yang membekali siswa dengan keterampilan vokasional berbasis nilai Islam;
– Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT), tempat generasi muda menyelami dasar-dasar agama sejak usia dini.
“Pendidikan harus utuh lahir dan batin, dunia dan akhirat. Karena itu, kami menerapkan sistem terpadu yang memadukan pesantren, sekolah formal, dan pendidikan diniyah. Inilah cara kami merawat fitrah anak didik, bukan hanya mencerdaskan otaknya, tapi juga menyucikan jiwanya,” ungkap Abdur Rahman.
Selama perjalanannya, Yayasan Pendidikan Islam Fathur Rahman telah menjadi rumah bagi ratusan santri dan siswa dari berbagai penjuru daerah. Dengan semangat kolaborasi, yayasan ini terus membuka ruang kemitraan bersama masyarakat, pemerintah, dan lembaga pendidikan lain di tingkat lokal maupun nasional.
Tidak hanya menjadi pusat pembelajaran, Fathur Rahman juga berkembang menjadi ruang pembinaan kader-kader dakwah yang siap mengabdi di tengah masyarakat, membawa misi Islam yang rahmatan lil alamin.
“Kami ingin santri kami kembali ke masyarakat sebagai pelita. Tidak harus semua jadi ustaz, tapi apapun profesinya, mereka membawa nilai kejujuran, tanggung jawab, dan keteladanan,” pungkas Abdur Rahman.
Berlokasi di RT 02/RW 06, Curahdami, Sukorambi, lembaga ini terus membuktikan bahwa peradaban besar bisa tumbuh dari tempat yang sederhana. Dengan komitmen dan keikhlasan para pengasuh dan tenaga pendidik, Yayasan Fathur Rahman menjelma menjadi benteng nilai dan ilmu yang strategis dalam membentuk masa depan bangsa.
Dari Sukorambi untuk Indonesia, Fathur Rahman bukan sekadar nama yayasan. Ia adalah simbol perjuangan, cahaya keilmuan, dan mercusuar moral yang menyala di tengah zaman. (REDJAVA****)











