EROTICA PERMAISURI

- Redaksi

Sabtu, 20 Mei 2023 - 22:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Asosiasi Pengacara Jawa Timur (APSI) Jatim, Sulaisi Abdurrazag

Ketua Asosiasi Pengacara Jawa Timur (APSI) Jatim, Sulaisi Abdurrazag

Erotica Permaisuri

Oleh: Sulaisi Abdurrazaq
_________________________
JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – “Bangsa Indonesia nampaknya tengah terjerumus ke dalam satu situasi dimana batas antara benar – salah, baik – jahat, moral – amoral menjadi kabur dan simpang siur. Kita berada pada satu keadaan “ketidakpastian moral” (indeterminancy of moral), pada satu garis abu-abu moral, pada satu titik ambiguitas moral”.

– Yasraf Amir Piliang –
_________________________

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

MALAM itu. Taburan gemintang kedap kedip di langit cerah. Seumpama gadis desa, sengaja main mata, menggoda goda.

Udara sesekali meniup dahan dan ujung dedaunan yang baru kuncup, melongok ke arah dua sahabat yang duduk di bawah langit gemerlapan, bersila di ruang hampa dengan dada rusuh, berdua pelototi sutera terawang. Aurat. Mereka itulah Upin dan Ipin.

Baca Juga :  PWI SUMENEP RESMI DILANTIK, FAISAL WARID SIAP BENAHI SDM DAN MARWAH JURNALISTIK

Video itu jelas, bukan sekadar pornokitsch. Wajah dan lawan pemerannya sama-sama politisi, hanya berbeda parpol.

Sang kumbang aktifis Parpol hijau, si kupu-kupu srikandi Parpol merah.

Yang satu Ketua Fraksi, satunya permaisuri. Tampak semacam cinta terlarang, cinta segitiga.

Ketika bibir permaisuri “melumat eskrim” si kumbang, Upin menelan ludah, menggigit bibir dan geleng kepala. Nalarnya terhenti, libidonya seketika membuncah hingga ubun-ubun, tak mampu sembunyikan suasana erotik dan sensual.

Upin tiba-tiba menarik nafas, lalu berdiri.

“Kasian sekali si Raja, terus menerus merawat tahta, namun gagal menjaga permata.”
Celoteh Upin merongos-rongos.

Baca Juga :  Lebaran ke Dua, Babinsa Koramil 0827/11 Pasongsongan Pantau Obyek Wisata Goa Soekarno

Ipin hanya ketawa. Tak menggubris.

Raja pasti tak sadar permaisuri selingkuh. Karena, saban hari kecantikan permatanya itu tak henti-henti dipamerkan ke ruang-ruang publik. Medsos, bener dan flyer di mana-mana.

Menurut Ipin, sang Raja fatal fatal, karena mentolerir permaisuri masuk ke arena politik, menjadi legislator cantik, tanpa hirau banalitas. Terlalu percaya. Karena tugas masing-masing, sering long dintance.

Peristiwa itu, –Meminjam istilah Yasraf Amir Piliang (2003)–, menjelma semacam libidonomics, sebuah sistem pendistribusian rangsangan, rayuan, kesenangan, dan “kegairahan” dengan menyuguhkan unsur-unsur sensualitas.

Sang Raja seharusnya belajar dari peristiwa sejarah, cinta segitiga Ken Arok, Ken Dedes dan Tunggul Ametung.

Sebagai penguasa, Tunggul Ametung akhirnya frustasi. Situasi politik membuatnya stres. Ia sulit percaya pada pasukannya, bahkan pada bayang – bayangnya sendiri.

Baca Juga :  Meriahkan Peringatan HUT ke-78 TNI, Kodim 0827/Sumenep Gelar JJS

Hanya sang permaisuri, Ken Dedes yang diharap menjadi penyejuk jiwanya. Ia tak sadar, Dedes telah selingkuh dan bersekongkol dengan Arok.

Akhirnya, atas bantuan Ken Dedes, Tunggul Ametung, penguasa Tumapel, tewas di tangan Arok, diterjang keris Empu Grandring. Lalu, Ken Arok berkuasa, menjadi Raja Singhasari dengan dua permaisuri, Ken Umang dan Ken Dedes. Tamatlah riwayat Tunggul Ametung.

Kisah ini sekaligus peringatan bagi penguasa, yang saat ini bisa saja dikenal dengan sebutan Bupati, Wali Kota, atau sebutan lainnya. Berilah perhatian lebih pada permaisurimu. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi
Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga

BERITA TERKAIT

Rabu, 16 September 2026 - 08:22 WIB

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi

Minggu, 13 September 2026 - 23:59 WIB

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

BERITA TERBARU