JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Dalam kurun waktu kurang dari 36 jam, Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kabupaten Sumenep kembali menunjukkan ketanggapan luar biasa.
Melalui sistem layanan cepat SiLaPor 112, tim lapangan menerima empat laporan darurat berbeda pada 20 hingga 21 Oktober 2025, mulai dari evakuasi hewan liar hingga penanganan tumpahan bahan bakar yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Empat laporan tersebut datang dari berbagai wilayah, yakni Desa Gedungan (Kecamatan Batuan), Pamolokan (Kota Sumenep), Pajagalan (Kota Sumenep), dan Kambingan Timur (Kecamatan Saronggi). Semua laporan berhasil ditangani dengan cepat dan aman tanpa korban jiwa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kabid Damkar Satpol PP Sumenep, Sugiyanto, mengatakan seluruh laporan itu diterima melalui platform SiLaPor 112, yang kini menjadi tulang punggung sistem tanggap darurat Kabupaten Sumenep.
“Begitu laporan masuk ke dashboard 112, tim kami langsung bergerak. Tak ada yang bisa ditunda kalau menyangkut keselamatan warga,” ujar Sugiyanto saat dikonfirmasi, Selasa (21/10/2025).
Laporan pertama datang pada Senin pagi (20/10) dari Ibu Tina, warga Desa Gedungan, Kecamatan Batuan. Ia panik setelah menemukan ular bersembunyi di dalam sepeda motornya, tepat di depan Kantor PCNU. Tim Damkar yang tiba di lokasi segera mengevakuasi reptil tersebut dengan peralatan khusus.

“Hewan liar seperti ular sering mencari tempat hangat, terutama di musim pancaroba seperti sekarang. Karena itu, warga diminta waspada dan segera melapor jika menemukannya,” jelas Sugiyanto.
Menjelang maghrib di hari yang sama, laporan kedua diterima dari Bapak Mohles, warga Pamolokan, yang menemukan ular di dapur rumahnya di kawasan Jalan Kurma, timur Pasar Kuburan. Tim Damkar kembali dikerahkan dan berhasil mengamankan hewan tersebut tanpa insiden.
“Kasus hewan liar ini meningkat signifikan beberapa minggu terakhir. Kami menduga faktor cuaca dan pola habitat menjadi penyebab utama,” kata Sugiyanto menambahkan.
Malam harinya, pukul 22.06 WIB, laporan ketiga datang dari Bapak Masturi, warga Pajagalan, yang melaporkan adanya tumpahan solar di tikungan barat Hotel Asmi. Warga bahkan menyebut sebelumnya sudah ada pengendara yang terpeleset di lokasi itu.

“Solar di jalan umum sangat berbahaya karena menurunkan daya cengkeram ban. Begitu tim tiba, kami langsung lakukan pembersihan dan netralisasi area agar tidak menimbulkan korban lagi,” ungkap Sugiyanto.
Keesokan paginya, Selasa (21/10), giliran Ibu Fifin dari Desa Kambingan Timur, Kecamatan Saronggi, melapor bahwa seekor kucing terjebak di dalam sumur di dekat lapangan sepak bola. Tim Damkar pun meluncur cepat dan melakukan evakuasi dengan teknik tali-temali vertikal.
“Evakuasi hewan seperti ini tidak kalah berisiko. Tapi bagi kami, setiap nyawa yang bisa diselamatkan termasuk hewan tetap penting,” tutur Sugiyanto dengan nada tegas.
Sugiyanto menegaskan bahwa keberhasilan tim Damkar tak lepas dari dukungan sistem terpadu SiLaPor 112, yang menjadi kanal resmi masyarakat untuk melaporkan keadaan darurat.

“Semua laporan masuk terverifikasi, kemudian langsung didistribusikan ke unit terkait, baik Damkar, BPBD, maupun tenaga medis. Inilah bentuk sinergi nyata pelayanan publik,” terangnya.
Ia juga mengajak masyarakat agar terus aktif menggunakan layanan tersebut jika terjadi situasi berbahaya di sekitar mereka.
“Satu laporan cepat dari masyarakat bisa mencegah satu bencana. Jangan ragu untuk menghubungi 112, karena keselamatan warga adalah prioritas utama kami,” pungkas Sugiyanto. (REDJAVA****)









