JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Dalam dua hari terakhir, langit pagi hingga sore Sumenep diwarnai suara sirine petugas yang berpacu dengan waktu. Empat kejadian darurat dilaporkan melalui layanan SiLaPor 112, mulai dari ular masuk kamar mandi hingga kebakaran lahan di jantung kota. Semua ditangani cepat oleh Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Sumenep di bawah koordinasi tangguh Kabid Damkar, Sugiyanto.
“Kami tidak pernah tahu kapan panggilan darurat itu datang, tapi kami selalu siap. Siang atau malam, nyawa dan keselamatan warga adalah prioritas utama kami,” ujar Sugiyanto, kepada media ini, Kamis (9/10/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Laporan pertama datang pada Rabu (8/10/2025) pukul 06.33 WIB dari Desa Gapura Barat, Kecamatan Gapura. Seorang warga bernama Imam panik setelah melihat ular besar melingkar di kamar mandinya. Tanpa menunggu lama, tim evakuasi Damkar meluncur ke lokasi. “Kami kirim anggota dengan peralatan khusus agar hewan itu bisa diamankan tanpa melukai siapa pun, termasuk ularnya,” tutur Sugiyanto.
Evakuasi berlangsung aman. Hewan liar tersebut kemudian dilepaskan ke habitat yang jauh dari permukiman warga.
Keesokan paginya, Kamis (9/10/2025), dua laporan berturut-turut mengguncang Kecamatan Kota Sumenep, tepatnya di Jl. Kapten Tesna dan area utara Taman Bunga Pajagalan. Pelapor Jauhari dan Agus masing-masing melaporkan tumpahan solar di jalan raya yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.“Solar di jalan aspal itu licin sekali. Kalau tidak segera dibersihkan, motor bisa tergelincir. Kami langsung turunkan tim penyemprotan,” jelas Sugiyanto.
Petugas Damkar tampak berjibaku membersihkan permukaan jalan dengan air tekanan tinggi. “Kami ingin pastikan setiap ruas aman kembali dilalui warga. Tidak boleh ada risiko kecil pun yang kami abaikan,” tambahnya.

Menjelang sore hari di hari yang sama, Kamis (9/10/2025 pukul 15.44 WIB), laporan keempat diterima. Api dilaporkan melalap semak belukar di Jl. Raya Arya Wiraraja (Talangan), Desa Kolor. Asap hitam sempat terlihat dari kejauhan, memicu kepanikan pengguna jalan.“Begitu laporan masuk, tim langsung berangkat tanpa menunggu komando tambahan. Ini soal detik, bukan menit,” ucap Sugiyanto.
Berbekal dua unit mobil pemadam dan puluhan liter air, petugas akhirnya berhasil mengendalikan api dalam waktu singkat sebelum menjalar ke area permukiman.“Syukurlah, tidak ada korban dan api bisa kami padamkan total. Tapi kami ingatkan masyarakat untuk tidak membakar sampah atau lahan di musim kering seperti ini, karena angin bisa membawa bara ke mana saja,” pesannya penuh peringatan.

Semua laporan ini diterima melalui Sistem Layanan Pelaporan Terpadu (SiLaPor 112 Sumenep) yang beroperasi 24 jam. Platform tersebut memungkinkan masyarakat melaporkan kejadian darurat hanya dengan satu klik atau panggilan telepon.“Teknologi hanyalah alat. Yang utama tetap hati nurani. Kami bergerak bukan karena panggilan kerja, tapi karena panggilan kemanusiaan. Kami berharap masyarakat terus aktif melapor melalui SiLaPor 112 jika melihat kejadian berbahaya. Satu laporan cepat bisa menyelamatkan banyak nyawa.” ungkapnya.
Respons cepat Tim Damkar Sumenep menuai banyak apresiasi. Beberapa warga bahkan mengunggah video proses evakuasi ular dan pembersihan solar ke media sosial, yang kemudian viral dengan ratusan komentar positif.“Setiap apresiasi warga menjadi energi kami untuk terus bekerja lebih baik. Tapi yang paling penting, kami ingin masyarakat merasa aman dan terlindungi,” pungkas Sugik sapaan akrabnya. (REDJAVA****)









