JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Dalam suasana malam yang hening dan penuh khidmat, ratusan jamaah memadati Mandhâpa Agung Batoampar, RT 04/RW 02, Desa Saronggi, Kabupaten Sumenep, Senin malam (7/7/2025) bertepatan dengan 12 Muharram 1447 H. Kegiatan bertajuk “Dzikir & Sholawat Bersama: Nata tor Mabhâning Ate” kembali digelar dengan kehangatan spiritual yang mendalam.
Hari ini, suasana penuh berkah tersebut masih membekas dalam benak jamaah yang hadir, dan diberitakan sebagai pelajaran serta inspirasi keumatan yang tak lekang oleh waktu.
Acara yang telah menjadi rutinitas warga Saronggi itu bukan sekadar forum dzikir, melainkan ruang penyucian hati, penyejuk jiwa, dan penyatu langkah. Dzikir dan sholawat menggema lembut dalam balutan kesederhanaan. Hati-hati yang penat seolah menemukan tempat berpulang.
Namun, yang menjadikan malam itu istimewa adalah hadirnya sesi musyawarah bersama warga dan pengurus majelis untuk menyusun rencana strategis tahun 2025. Rencana ini mencakup penguatan kegiatan dakwah, pemberdayaan ekonomi jamaah, santunan sosial, dan keterlibatan aktif generasi muda.
Kiyai Arya Rusli, pengasuh Majelis Mandhâpa Agung, menyampaikan pesan mendalam dalam arahannya kepada jamaah.
“Majelis ini tidak hanya untuk duduk berdzikir, tetapi juga untuk bangkit menyusun amal. Sholawat yang kita lantunkan harus berubah menjadi kekuatan. Tahun 2025 sudah di depan mata dan kita tidak bisa membiarkannya kosong dari rencana kebaikan,” ujar Kiyai Arya Rusli dengan penuh ketegasan namun penuh kelembutan.
Beliau juga menekankan bahwa musyawarah bukan sekadar formalitas, tetapi bentuk kesadaran kolektif umat untuk bertanggung jawab terhadap lingkungannya, terhadap kaum lemah, dan terhadap masa depan bersama.
“Kita ingin menjadikan Mandhâpa ini sebagai pusat cahaya, tempat orang-orang datang bukan hanya untuk tenang, tapi juga untuk bergerak. Dari dzikir menuju tindakan, dari sholawat menuju pelayanan sosial. Semua itu hanya bisa terwujud jika hati kita bersih dan niat kita tulus,” pungkas Kiyai Rusli.
Hadir juga pada acara tersebut Ustadz Edy Susanto dari Pinggirpapas, juga aktifitas muda dari Saroka Ainol Mustajab dimana beliau berdua juga sangat mendukung dengan kegiatan tersebut yakni Dzikir & Sholawat “Nata tor Mabhâning Ate” yang akan dilaksanakan setiap Senin Malam.
Disaat mau berakhirnya Dzikir & Sholawat “Nata tor Mabhâning Ate” tanpa disangka hadir Kiyai Sufyanussauri dari Barangbang, beliau menyempatkan hadir bersama Ibu Nyai dengan salah satu putra beliau. Saat berangkat di Barangbang masih dalam keadaan rintik-rintik hujan. (REDJAVA****)












