.JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Suasana malam di kawasan Perumahan Blok G, Desa Batuan, Kecamatan Batuan, mendadak berubah menjadi tegang dan penuh kepanikan. Dua ekor ular misterius dilaporkan mengepung rumah seorang warga, tepatnya di belakang kantor lama PDI.
Kejadian yang terjadi pada Senin malam itu membuat warga setempat cemas dan was-was, terlebih karena lokasi rumah berada di pojokan perumahan yang cukup gelap dan sepi.
Adalah Ibu Anisa, warga yang pertama kali menyadari keberadaan dua ekor ular tersebut. Dalam kondisi panik, ia langsung menghubungi layanan darurat SiLaPor 112 Sumenep pada pukul 23.09 WIB.
“Saya nggak tahu itu ular apa, yang pasti ada dua dan bergerak di sekitar rumah. Takut banget, soalnya posisinya dekat sekali dengan pintu belakang,” ujar Ibu Anisa saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon oleh petugas.
Mendapat laporan itu, Tim Reaksi Cepat dari Pusat Komando SiLaPor 112 langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Berbekal peralatan evakuasi khusus, petugas tiba di rumah pelapor hanya dalam hitungan menit.
Kegelapan malam, kondisi perumahan yang lengang, serta lokasi rumah yang berada di pojokan menambah kesan dramatis pada proses evakuasi.
Menurut Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Sumenep melalui Kabid Damkar, Sugiyanto, proses evakuasi berlangsung intens dan membutuhkan kewaspadaan tinggi. Kedua ular akhirnya berhasil ditangkap dalam kondisi hidup.
“Setibanya di lokasi, tim kami langsung mengamankan area dan melakukan penyisiran menyeluruh. Ular pertama ditemukan bersembunyi di balik tumpukan kayu dekat garasi, sementara ular kedua berhasil kami tangkap di sudut lain halaman rumah beberapa saat kemudian,” jelas Sugiyanto kepada media ini, Selasa (05/08/2025).
Sugiyanto menambahkan, jenis kedua ular tersebut masih belum dapat dipastikan secara pasti, namun indikasi awal menunjukkan mereka berasal dari semak liar di sekitar kompleks perumahan.
Faktor cuaca lembab serta aktivitas pembangunan disinyalir sebagai penyebab terganggunya habitat alami hewan melata tersebut.
“Kami imbau warga yang tinggal dekat area semak atau lahan kosong untuk lebih waspada, terutama saat malam hari. Jika menjumpai hewan liar, segera hubungi SiLaPor 112 agar bisa ditangani secara cepat dan aman,” tutup Sugik sapaan akrabnya.
Evakuasi berlangsung selama lebih dari satu jam dan menjadi perhatian warga sekitar.
Banyak di antara mereka berjaga sambil membantu penerangan menggunakan lampu senter, hingga akhirnya kedua ular berhasil diamankan dan dimasukkan ke karung khusus evakuasi. (REDJAVA****)












