Dr Zein Paparkan Risiko Perkawinan Anak di Talango, Tekankan Pentingnya Pencegahan di Tingkat Desa

Sabtu, 20 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAVANETWORK.CO.ID, SUMENEP – Praktik perkawinan anak masih menjadi pekerjaan rumah serius di sejumlah daerah, termasuk Pulau Talango, Kabupaten Sumenep.

Meski Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 sudah menetapkan usia minimal perkawinan 19 tahun bagi laki-laki maupun perempuan, praktik perkawinan dini tetap marak terjadi akibat faktor budaya, ekonomi, hingga minimnya literasi hukum masyarakat.

Wakil Dekan Fakultas Hukum Universitas Wiraraja Madura (Unija), Dr. Zeinudin, S.H., M.H., menegaskan hal itu saat memberikan penyuluhan hukum di Balai Desa Kombang, Kecamatan Talango, Sabtu (20/9/2025).

Kegiatan yang diinisiasi BEM FH Unija tersebut mengusung tema “Pernikahan Usia Dini: Dampak, Risiko, dan Solusi Hukum”.

Baca Juga :  Idul Adha Jadi Spirit Pengabdian, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Tetap Maksimal Layani Pasien di Tengah Libur

Sejak pagi, balai desa dipadati warga dari berbagai kalangan. Mereka antusias mendengarkan pemaparan Dr. Zein yang tampil sebagai satu-satunya narasumber. Dengan gaya penyampaian lugas dan mudah dipahami, forum berjalan hidup dan interaktif.

“Pernikahan usia dini kerap merenggut hak anak untuk belajar, tumbuh, dan menata masa depan. Risiko kesehatan, perceraian, hingga kemiskinan menjadi ancaman nyata jika praktik ini terus dibiarkan,” tegas Dr. Zein.

Ia menambahkan, aturan hukum soal usia perkawinan hadir bukan untuk membatasi kebebasan, melainkan untuk melindungi anak-anak dari dampak buruk.

Baca Juga :  Polres Sumenep Gelar Balik Mudik Gratis Jurusan Sumenep-Surabaya-Jakarta

Karena itu, pencegahan harus dilakukan bersama dengan memperkuat literasi hukum di tingkat desa, memberikan pemahaman kepada orang tua, serta mendorong tokoh masyarakat dan agama lebih aktif menjaga generasi muda.

“Jangan biarkan anak-anak masuk ke lingkaran masalah hanya karena tradisi atau tekanan sosial. Mereka berhak memiliki masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Langkah pencegahan perkawinan anak juga sudah menjadi kebijakan daerah. Pemerintah Kabupaten Sumenep menerbitkan Peraturan Bupati Nomor 53 Tahun 2023 tentang Rencana Aksi Daerah Pencegahan Perkawinan Anak, yang mengamanatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah desa, ikut mendukung gerakan pencegahan ini.

“Ikhtiar ini dilakukan karena Sumenep tercatat sebagai salah satu daerah dengan angka perkawinan anak tergolong tinggi di Jawa Timur,” ungkapnya.

Penyuluhan hukum ini mendapat sambutan positif dari warga. Banyak peserta mengaku mendapat pencerahan baru mengenai risiko sosial dan hukum dari perkawinan usia dini.

Baca Juga :  Babinsa Koramil 0827/10 Ambunten Bantu Petani Bersihkan Gulma Tanaman Timun

Menutup kegiatan, Dr. Zein menyampaikan pesan reflektif: “Anak-anak adalah amanah Tuhan sekaligus aset bangsa. Mencegah perkawinan anak berarti menyelamatkan masa depan bangsa.” (REDJAVA****)

Berita Terkait

Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup
HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini
Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep
Harkopnas 2026, Bupati Sumenep Tegaskan Koperasi Modern Kunci Kemajuan UMKM
Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Prestasi Membanggakan, KPRI RSUD Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat di Hari Koperasi ke-79
Penjual Tahu Bulat Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Desa Gunggung, Ini Hasil Penyelidikan Awal Polisi
BMKG: Mayoritas Jawa Timur Cerah, Sumenep Jadi Wilayah yang Perlu Waspadai Angin Kencang

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:29 WIB

Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:12 WIB

HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:41 WIB

Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:48 WIB

Harkopnas 2026, Bupati Sumenep Tegaskan Koperasi Modern Kunci Kemajuan UMKM

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:31 WIB

Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Berita Terbaru