JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Sudah bukan rahasia lagi hingga saat ini Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS) masih menemukan banyaknya guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di wilayah Kepulauan, sering membolos.
Sebanyak 75 guru yang bolos di tingkat Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan Sekolah Menengah Pertama (SMPN) dan sejumlah guru yang notabene PNS dan PPPK di satuan pendidikan tersebut sering bolos berjamaah, tidak menjalankan tugas ke sekolah tempat yang bersangkutan berdinas di wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.
DPC Lsm Bidik Kecamatan Arjasa, Muhlis Fajar menyampaikan, per tanggal 14 juni Dinas pendidikan Kabupaten Sumenep sudah mengirimkan surat panggilan kepada guru pengajar tingkat SD dan SMP, saya merasa geram sebanyak 75 guru pendidik yang bolos di kepulauan Kangean ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) sebanyak 21 Guru
Sekolah Dasar Negeri (SDN) sebanyak 54 Guru, sedangkan Kecamatan Arjasa sebanyak 37 Guru Kecamatan Kangayan sebanyak 17 Guru, Kecamatan Sapeken sebanyak 21 Guru,” kata Mukhlis Fajar kepada media ini, Minggu (16/06/2024).
Profil guru yang seharusnya menjadi teladan siswa malah memberikan contoh buruk, padahal guru PNS/P3K ini mendapatkan gaji dan tunjangan yang tidak sedikit dari negara.
“Daripada negara rugi, lebih baik pensiunkan dini saja guru PNS yang doyan bolos ini,” kata Ketua Relawan Cukir Pulau Kangean dengan nada kecewa.
Dia menambahkan, pemerintah tidak boleh menutup mata dengan kinerja guru PNS tersebut. Banyak di antaranya yang datang ke sekolah hanya sekadar isi presensi, ngerumpi, makan-makan. Tugas pokok mengajar dilimpahkan kepada guru honorer. Giliran terima gaji, guru honorer cuma bisa mengelus dada.
Saya berharap harap Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep memberikan sanksi tegas dan terukur jangan.cuma pembinaan dan klarifikasi kepada guru – guru pengajar yang suka bolos ini.
“Saya sangat mendukung guru yang profesional. Kalau yang tidak berkualitas jangan jadi guru, lebih baik pindah profesi saja,” pungkas Mukhlis Fajar. (REDJAVA****)









