JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Sumenep kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam Festival Ketupat 2026.
Melalui kreativitas dan sentuhan estetika berbasis nilai tradisi, Dispusip berhasil meraih Juara II dalam Lomba Merangkai Ketupat yang menjadi salah satu ikon kegiatan budaya tahunan tersebut.
Penampilan Dispusip tidak hanya mencuri perhatian dewan juri, tetapi juga memikat pengunjung yang memadati lokasi festival.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rangkaian ketupat yang ditampilkan menghadirkan harmoni antara keindahan visual dan filosofi lokal, menggambarkan makna kebersamaan, kesederhanaan, serta kearifan masyarakat Madura yang tetap terjaga hingga kini.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sumenep, Rudi Yuyianto, menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan bentuk nyata dari komitmen Dispusip dalam menghidupkan budaya melalui pendekatan kreatif.
“Prestasi ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya bisa dilakukan dengan cara yang inovatif dan menarik. Ketupat bukan sekadar tradisi, tetapi simbol nilai kehidupan yang harus terus diwariskan,” ujar Rudi kepada media ini usai kegiatan, Kamis (26/03/2026).
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keikutsertaan Dispusip dalam festival ini merupakan bagian dari upaya memperluas peran lembaga, tidak hanya sebagai pusat literasi, tetapi juga sebagai ruang ekspresi budaya.
“Kami ingin menghadirkan perpustakaan yang hidup, yang tidak hanya menyimpan pengetahuan, tetapi juga aktif merawat dan mempromosikan warisan budaya daerah kepada masyarakat,” tambahnya.
Keberhasilan meraih Juara II ini menjadi momentum penting bagi Dispusip Sumenep untuk terus berinovasi, sekaligus memperkuat posisinya sebagai institusi yang berkontribusi dalam menjaga identitas budaya di tengah arus modernisasi. (REDJAVA****)










