JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Sumenep kembali meluncurkan program pelatihan vokasi berbasis unit kompetensi untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Kali ini, pelatihan difokuskan pada bidang Tata Boga, dan resmi digelar mulai 3 hingga 21 Juli 2025, bertempat di Jl. Pepaya No. 525/1B, Kelurahan Karangduak, Kecamatan Kota Sumenep.
Program ini didanai dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2025, yang memang diperuntukkan bagi kegiatan penguatan kapasitas kerja masyarakat dan penciptaan tenaga kerja terampil yang adaptif terhadap kebutuhan industri lokal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelatihan ini menyasar 16 peserta dari berbagai kecamatan di Sumenep, yakni:
– Kota Sumenep: 8 orang
– Manding: 3 orang
– Kalianget: 2 orang
– Rubaru: 2 orang
– Batuan: 1 orang
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Ketenagakerjaan Sumenep, dr. Kusmuni mewakili Kepala Dinas Heru Santoso yang dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menyiapkan SDM unggul dan berdaya saing tinggi.
“Pelatihan ini bukan hanya untuk meningkatkan keterampilan, tapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Kami berharap para peserta benar-benar memanfaatkan kesempatan ini untuk tumbuh menjadi tenaga kerja profesional maupun wirausaha yang mandiri,” ujar dr. Kusmuni saat membuka acara.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas, Eko Ferryanto, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang dengan pendekatan aplikatif dan berbasis industri.
Materinya meliputi teknik pengolahan makanan, higienitas dapur, keamanan pangan, manajemen usaha kuliner skala kecil, serta strategi pemasaran produk berbasis potensi lokal.
“Empat tujuan utama pelatihan ini adalah: membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan kerja, menciptakan tenaga kerja kompeten di bidang boga, mendorong lahirnya usaha baru, serta meningkatkan pendapatan keluarga,” terang Eko.
Pelatihan ini juga diarahkan untuk mempersiapkan peserta mengikuti uji sertifikasi profesi, sehingga kompetensinya diakui secara nasional.
Program pelatihan Tata Boga ini mendapat dukungan penuh dari Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH., MH dan Wakil Bupati, KH. Imam Hasyim, SH., MH, yang mendorong agar pemanfaatan DBHCHT benar-benar memberi dampak langsung bagi masyarakat.
Disnaker Sumenep menargetkan pelatihan ini sebagai model replikasi untuk kecamatan lain, dengan harapan semakin banyak warga yang memiliki akses terhadap pelatihan kerja berbasis kompetensi dan kebutuhan pasar.
“Kami tidak hanya mencetak lulusan pelatihan, tetapi menyiapkan SDM yang mampu bersaing dan menciptakan peluang usaha baru,” pungkas Eko. (REDJAVA****)










