JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kepercayaan publik terhadap Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Sumenep kembali menunjukkan tren menguat. Pada proses Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) tahun ajaran ini, sebanyak 164 calon siswa tercatat mengikuti tahapan observasi.
Angka tersebut hampir dua kali lipat dari daya tampung ideal madrasah yang hanya membuka tiga rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas masing-masing 28 siswa. Dengan skema tersebut, total kuota normal hanya berada di angka 84 siswa.
Lonjakan pendaftar ini menjadi indikator kuat bahwa MIN 1 Sumenep masih menjadi salah satu pilihan utama masyarakat dalam pendidikan dasar berciri khas keislaman.
Kepala MIN 1 Sumenep, Tri Wahyudi Januarianto, S.Ag., M.Pd., menyebut tingginya animo sebagai amanah besar yang harus dijawab dengan peningkatan kualitas secara berkelanjutan.
“Alhamdulillah, animo masyarakat sangat tinggi. Ini bukan sekadar angka, tetapi amanah besar bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan,” ujarnya.
Dengan jumlah pendaftar yang signifikan, proses observasi dilakukan secara tertib dan kondusif. Pihak madrasah menegaskan bahwa seleksi dilaksanakan dengan prinsip objektivitas dan transparansi, guna memastikan kesiapan peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran di lingkungan madrasah.
Sesuai perencanaan, MIN 1 Sumenep membuka tiga kelas dengan kapasitas maksimal 28 siswa per rombel. Namun demikian, pihak madrasah tetap membuka ruang evaluasi apabila secara teknis dan sarana memungkinkan adanya penyesuaian.

“Insyaallah kami buka tiga kelas dengan kapasitas 28 siswa per kelas. Jika memang ruang mencukupi dan memungkinkan secara teknis, tentu akan kami pertimbangkan solusi terbaik agar bisa mengakomodasi antusiasme masyarakat,” jelas Tri.
Meski demikian, Tri Wahyudi menegaskan bahwa prioritas utama tetap pada kualitas pembelajaran, bukan sekadar penambahan kuota.
Menurutnya, penguatan mutu tidak hanya menyangkut capaian akademik, tetapi juga pembinaan karakter, penguatan nilai-nilai spiritual, serta penciptaan lingkungan belajar yang adaptif dan kondusif.
“Kami berharap dukungan berbagai pihak agar fasilitas pendidikan di MIN 1 Sumenep terus meningkat. Dengan begitu, proses belajar mengajar dapat berjalan semakin optimal dan berkualitas,” tandasnya.
Fenomena tingginya minat ini juga merefleksikan perubahan orientasi orang tua dalam memilih lembaga pendidikan. Tidak lagi sekadar mempertimbangkan prestasi akademik, tetapi juga keseimbangan antara intelektualitas dan pembentukan karakter.
Hal itu diungkapkan salah satu calon wali murid, Febriyan, yang mengaku memilih MIN 1 Sumenep karena komitmennya dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak.
“Kami tentu ingin anak cerdas secara akademik. Tapi yang lebih penting, anak tumbuh menjadi pribadi yang berakhlakul karimah, cerdas secara spiritual, dan memiliki dasar agama yang kuat,” ungkapnya.
Dengan capaian 164 pendaftar, MIN 1 Sumenep semakin menegaskan posisinya sebagai lembaga pendidikan dasar berbasis keislaman dengan tingkat kepercayaan publik yang tinggi di Kabupaten Sumenep sekaligus menghadapi tantangan untuk terus menjaga standar mutu di tengah meningkatnya ekspektasi masyarakat. (REDJAVA/$$$)












