JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Disdik terus memperkuat program wajib belajar satu tahun pendidikan prasekolah sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Program tersebut ditujukan agar anak usia 5–6 tahun memperoleh akses pendidikan sebelum memasuki jenjang sekolah dasar.
Komitmen itu disampaikan dalam kegiatan Akhirussanah KBIT Angkatan XIV dan TKIT Angkatan XVI PAUD IT Bina Cendekia Sumenep bertema “Generasi Sehat dan Cerdas Menuju Masa Depan Gemilang”, Minggu (24/5/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kegiatan tersebut, Kadisdik melalui Kasi Sarana dan Prasarana PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Hariyanto, mengatakan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mendukung pendidikan anak usia dini sebagai fondasi pembentukan generasi masa depan.
“Atas nama Dinas Pendidikan, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh orang tua yang telah berupaya dan bersusah payah membina serta menyekolahkan anak-anaknya,” kata Hariyanto.
Menurutnya, pemerintah saat ini fokus meningkatkan angka partisipasi sekolah usia dini melalui program wajib belajar satu tahun pendidikan prasekolah.
Karena itu, masyarakat diimbau memastikan anak usia 5–6 tahun telah mendapatkan layanan pendidikan di lembaga PAUD maupun TK yang mudah dijangkau dari lingkungan tempat tinggal.
Ia menyebut keberadaan lembaga pendidikan anak usia dini di wilayah Kecamatan Kota Sumenep sudah cukup banyak dan dapat menjadi pilihan masyarakat untuk memberikan pendidikan terbaik bagi putra-putrinya.
“Program wajib belajar 1 tahun prasekolah ini penting agar anak-anak memiliki kesiapan belajar sebelum masuk sekolah dasar,” ujarnya.
Hariyanto juga memberikan apresiasi kepada lembaga pendidikan yang tidak hanya fokus pada pembelajaran akademik, tetapi turut menanamkan nilai-nilai agama dan pembentukan karakter anak sejak dini.
“Selamat dan sukses untuk anak-anak. Langkahkan kaki kecilmu dengan mantap untuk meraih cita-cita setinggi mungkin,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan Bina Cendekia, Agus Priyandoko, menyoroti tantangan pendidikan anak di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.
Menurutnya, anak-anak saat ini tumbuh di lingkungan yang sangat dekat dengan teknologi sehingga membutuhkan penguatan spiritual, akidah, dan karakter dari lingkungan keluarga.
“Anak-anak kita adalah generasi yang lahir dan tumbuh di era digital. Karena itu yang harus diperkuat pertama adalah spiritualnya, akidahnya, dan karakter dirinya,” ujar Agus Priyandoko.
Ia menjelaskan, kecerdasan intelektual saja tidak cukup untuk menghadapi perkembangan zaman tanpa diimbangi pendidikan moral dan nilai-nilai keagamaan yang kuat.
Mengutip pandangan Imam Ghazali, Agus menyebut anak merupakan amanah yang harus dijaga dan dididik dengan kemuliaan.
Karena itu, orang tua memiliki peran besar dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak baik dan memiliki keimanan kuat.
“Keberhasilan orang tua bukan hanya tentang pencapaian dirinya, tetapi bagaimana anak-anak tumbuh menjadi generasi saleh yang bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, era digital dapat menjadi peluang sekaligus tantangan. Teknologi bisa menjadi sarana kebaikan apabila dimanfaatkan secara tepat, namun juga dapat membawa dampak negatif apabila tanpa pengawasan yang baik dari keluarga.
Karena itu, para orang tua diminta membiasakan anak menjalankan ibadah, membaca Al-Qur’an, belajar disiplin, serta membatasi penggunaan gawai dan permainan secara berlebihan agar tumbuh menjadi pribadi yang sehat secara mental maupun spiritual.
“Semoga anak-anak kita menjadi generasi yang saleh, berilmu, berakhlak mulia, dan kelak mampu memberikan kontribusi besar bagi agama, bangsa, dan negara,” pungkasnya. (REDJAVA****)









