JAVANETWORK.CO.ID, SUMENEP —
Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep kembali menunjukkan komitmennya dalam pemerataan mutu pendidikan melalui program besar bertajuk “Safari Pelatihan Pembelajaran Mendalam dan Digitalisasi Pembelajaran.”
Program ini digelar sepanjang November–Desember 2025 secara hybrid dan menjangkau 27 kecamatan, baik wilayah daratan maupun kepulauan.
Program ini diinisiasi oleh Bidang GTK Disdik Sumenep dan dipimpin langsung oleh Kabid GTK, Akhmad Fairuzi, S.Pd., M.A.P, yang sekaligus bertindak sebagai narasumber utama.
Menurut Fairuzi, safari pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh guru mendapatkan kesempatan peningkatan kompetensi secara merata.
“Kami membawa pelatihan langsung ke kecamatan agar tidak ada kesenjangan kualitas antara guru di daratan dan guru di kepulauan,” kata Akhmad Fairuzi, Rabu (03/12/2025).
Pihaknya menegaskan bahwa pemerataan kompetensi pendidik adalah fondasi penting bagi peningkatan kualitas pendidikan daerah.

“Pendidikan yang berkeadilan hanya bisa terwujud jika guru di seluruh wilayah memiliki akses pelatihan yang setara,” tegasnya.
Pelatihan ini berfokus pada penguatan pembelajaran mendalam serta optimalisasi digitalisasi pembelajaran, dua elemen yang semakin krusial dalam ekosistem pendidikan modern.
Fairuzi menyebut peningkatan kualitas pelayanan guru akan berdampak langsung pada keberhasilan peserta didik.
“Guru yang kompeten akan mampu melayani siswa lebih baik, dan itu otomatis berpengaruh pada peningkatan prestasi belajar,” katanya.
Dirinya juga menekankan pentingnya adaptasi guru terhadap pendekatan pembelajaran kreatif, inovatif, dan berbasis teknologi di era digital.
Selain kemampuan teknis, safari pelatihan ini turut menyoroti pentingnya menghadirkan suasana belajar yang ramah dan menyenangkan.
“Kami ingin sekolah menjadi rumah kedua bagi anak-anak, tempat mereka merasa aman, nyaman, dan bersemangat untuk belajar,” harap Fairuzi.
Suasana belajar yang menggembirakan, lanjutnya, merupakan fondasi utama dalam menumbuhkan karakter, kreativitas, dan motivasi siswa.

Program ini terlaksana berkat kolaborasi dengan konsorsium Pustaka Merdeka Madura (PMM) yang memberikan dukungan teknis, keilmuan, serta pendampingan penuh selama pelatihan berlangsung.
“Para fasilitator pendukung merupakan guru-guru yang telah mengikuti pelatihan dari BBGTK Jawa Timur,” jelasnya lebih lanjut.
Tak hanya itu, format pelatihan dilakukan dua hari daring dan dua hari tatap muka di masing-masing kecamatan, sehingga mampu menjangkau seluruh guru secara langsung dan efektif.
Lebih lanjut Akhmad Fairuzi menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan pendidikan tidak mungkin dicapai tanpa kerja sama yang solid.
“Kami tidak mungkin berjalan sendiri. Kolaborasi dengan konsorsium inilah yang mempercepat transformasi pembelajaran di Sumenep,” pungkasnya.
Dengan terselenggaranya safari pelatihan ini, Disdik Sumenep berharap seluruh guru dapat mengembangkan keterampilan yang adaptif, relevan, serta selaras dengan kebutuhan pendidikan masa depan. (REDJAVA****)












