Dinsos P3A Sumenep Gelar Desk Lanjutan, Sinkronkan Indikator KLA dalam Perencanaan Daerah

Rabu, 25 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinsos P3A Sumenep Gelar Desk Lanjutan, Sinkronkan Indikator KLA dalam Perencanaan Daerah

Dinsos P3A Sumenep Gelar Desk Lanjutan, Sinkronkan Indikator KLA dalam Perencanaan Daerah

JAVANETWORK.CO.ID, SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep tancap gas memperkuat fondasi menuju Kabupaten Layak Anak (KLA). Tak sekadar mengejar predikat nasional, Pemkab memastikan agenda perlindungan dan pemenuhan hak anak masuk ke jantung perencanaan pembangunan daerah.

Melalui Desk Lanjutan KLA yang digelar Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) di Ruang Rapat Potre Koneng Bappeda Kabupaten Sumenep, Rabu (25/02/2026), forum ini menjadi ruang sinkronisasi lintas sektor mulai dari perangkat daerah, lembaga masyarakat, dunia usaha hingga Fasilitator Nasional KLA.

Kepala Dinsos P3A Kabupaten Sumenep, Dr. R. Rahman Riadi, menegaskan arah kebijakan tersebut tidak berhenti pada tataran administratif.

“Kabupaten Layak Anak bukan hanya soal penghargaan. Yang paling penting adalah memastikan seluruh kebijakan dan program pembangunan benar-benar berpihak pada kepentingan terbaik anak. Melalui desk ini, kami ingin memastikan komitmen itu terimplementasi secara konkret,” kata Dr. Rahman Riadi.

Menurutnya, peran dunia usaha dan masyarakat sipil menjadi katalis penting dalam memperkuat lima klaster hak anak mulai dari hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga, kesehatan dan kesejahteraan, pendidikan, hingga perlindungan khusus.

“Kami ingin sinergi ini melahirkan aksi nyata. Dunia usaha dapat berkontribusi melalui kebijakan ramah anak dan CSR yang terarah, sementara lembaga masyarakat memperkuat edukasi dan pengawasan sosial. Semua harus bergerak bersama,” tambahnya.

Dari sisi perencanaan, Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, menekankan bahwa indikator KLA harus terintegrasi dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah. Tanpa integrasi, implementasi berisiko berjalan parsial dan tidak berdampak signifikan.

“Perencanaan yang baik akan menentukan kualitas implementasi. Karena itu, seluruh perangkat daerah harus memastikan indikator KLA terintegrasi dalam dokumen perencanaan dan penganggaran,” tegasnya.

Sementara itu, Fasilitator Nasional KLA, Nanang Abdul Chanan, mengingatkan bahwa evaluasi KLA berbasis pada sistem dan dampak nyata, bukan sekadar kelengkapan dokumen.

“KLA bukan sekadar kelengkapan administrasi. Yang dinilai adalah sistem dan dampaknya bagi anak. Jika kolaborasi lintas sektor kuat dan data dukungnya valid, maka capaian Sumenep akan semakin meningkat,” jelasnya.

Desk lanjutan ini menjadi sinyal bahwa Sumenep ingin mengarusutamakan perspektif anak dalam setiap kebijakan pembangunan. Bukan hanya demi kenaikan predikat di tingkat nasional, melainkan memastikan anak-anak di Sumenep tumbuh dalam lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung daya saing generasi masa depan.

Baca Juga :  Dandim Berikan Apresiasi Kepada Ajeng Ayu, Atlet Renang Putri Anggota Kodim 0827 Sumenep

Dengan kolaborasi multipihak yang diperkuat, agenda Kabupaten Layak Anak diharapkan bukan sekadar slogan, melainkan strategi pembangunan jangka panjang berbasis perlindungan hak anak. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Bangun Hubungan yang Lebih Terbuka, Kapolresta Sumenep Sambangi KJS dan PWI, Perkuat Sinergi dengan Insan Pers
Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup
HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini
Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep
Harkopnas 2026, Bupati Sumenep Tegaskan Koperasi Modern Kunci Kemajuan UMKM
Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Prestasi Membanggakan, KPRI RSUD Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat di Hari Koperasi ke-79
Penjual Tahu Bulat Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Desa Gunggung, Ini Hasil Penyelidikan Awal Polisi

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:31 WIB

Bangun Hubungan yang Lebih Terbuka, Kapolresta Sumenep Sambangi KJS dan PWI, Perkuat Sinergi dengan Insan Pers

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:29 WIB

Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:12 WIB

HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:41 WIB

Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:31 WIB

Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Berita Terbaru