JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, Achmad Fauzi Wongsojudo dengan cepat merespon langsung kericuhan di Festival Dewi Cemara (Desa Wisata Cerdas Mandiri dan Sejahtera) Jawa Timur.
Kegiatan tersebut digelar di Kabupaten Sumenep tepatnya di Jalan Dr. Soetomo, Kelurahan Pajagalan, sampai depan Meseum Keraton Sumenep atau disebelah timur Taman Adipura Kota Sumenep.
Festival Dewi Cemara 2023 yang sempat diwarnai kericuhan di saat pembukaan antara pendukung group musik Tong-Tong Gong Mania (Guluk-Guluk) vs group musik Tong-Tong Angin Ribut (Pasongsongan).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dirinya yang sedang berada di luar kota mengikuti pengajian melalui sambungan telepon selulernya memastikan pelaksanaan Festival Dewi Cemara Jatim 2023 tetap akan berlangsung sesuai jadwal hingga hari berakhir hingga 5 November 2023.
“Pasca kejadian kericuhan, kondisi keamanan di festival dan Kabupaten Sumenep aman kondusif. Oleh karena itu pelaksanaan Festival Dewi Cemara Jatim akan tetap berlanjut,” tegas orang nomer satu di lingkungan Pemkab Sumenep itu.
Dalam Festival Dewi Cemara Jatim 2023, ini menampilkan pameran desa wisata se-Jawa Timur, virtual tour desa wisata pagelaran seni dan UMKM, penampilan sweet model dan Pemkab Sumenep dipercaya menjadi tuan pada event akbar Pemprov Jatim 2023.
Suami dari politisi PDI-P Nia Kurnia Fauzi itu menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh peserta Festival Dewi Cemara Jatim dan masyarakat atas peristiwa itu, khususnya peserta yang hadir dari luar daerah.
“Atas nama pribadi dan Pemkab Sumenep, saya sampaikan permohonan maaf kepada seluruh peserta dan masyarakat atas insiden kericuhan tersebut, khususnya peserta yang hadir dari luar daerah,” tutur Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo.
Ia mengaku sangat menyesalkan dan prihatin atas kejadian di Festival Dewi Cemara Jatim, karena sejatinya kericuhan terjadi akibat ulah pendukung kedua group musik Tong-Tong yang tampil sebagai penghibur acara, bukan peserta festival.
“Kami prihatin dengan peristiwa itu. Dan semoga kejadian yang seharusnya tidak perlu terjadi di Festival Dewi Cemara Jatim tidak terulang kembali di Kabupaten Sumenep apapun bentuknya,” harap Bupati Sumenep seragam mengimbau.
Bupati kabupaten ujung timur Pulau Madura itu menegaskan atas insiden yang sempat terjadi di Festival Dewi Cemara Jatim 2023, dirinya telah melakukan koordinasi dengan Polres Sumenep untuk menangani kericuhan tersebut untuk diusut tuntas dan proses hukum.
“Pelaku yang membuat kerusuhan dalam Festival Dewi Cemara Jatim 2023 itu harus ada diberikan tindakan secara hukum, agar pada pagelaran lainnya tidak semena-mena merusak acara,” tandasnya.
Sementara itu, Kapolres Sumenep, AKBP Edo Satya Kentriko, SH, SIK, MH mengatakan atas peristiwa kerusuhan tersebut pihaknya sudah melakukan langkah-langkah pemeriksaan terhadap beberapa pihak terkait
“Mulai tadi malam ada beberapa pihak yang sudah kita periksa terkait peristiwa kericuhan di Festival Dewi Cemara Jatim,” pungkas orang nomer satu di jajaran Korps Bhayangkara Sumenep itu menegaskan. (REDJAVA****)









