Dikemas Nobar Film ‘Luka Beta Rasa’, Gusdurian Sumenep Gelar Diskusi Interaktif di Klenteng Pao Sian Kong Pabian, Ini Pesan Ketua FKUB Kabupaten Sumenep

- Redaksi

Minggu, 27 November 2022 - 09:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komunitas Gusdurian Sumenep Bersama Forum Kerukunan Agama Buddha Kabupaten Sumenep

Komunitas Gusdurian Sumenep Bersama Forum Kerukunan Agama Buddha Kabupaten Sumenep

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Gusdurian Sumenep menggelar nonton bareng (Nobar) dan bedah film ‘Luka Beta Rasa’ bersama forum Komunitas agama Buddha bertempat di Klenteng Pao Sian Kong Jalan Slamet Riyadi No. 78 Dusun Berek Sosok Desa Pabian Kecamatan Kota Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur, Sabtu (25/11/2022) malam.

Film yang dibuat oleh Narasi TV ini merupakan film dokumenter menceritakan tentang konflik Ambon yang terjadi sekitar awal 1999 sampai 2022.

Selain dihadiri Zaenollah ketua Gusdurian Sumenep dan Koko Sugianto forum agama Buddha Kegiatan nonton bareng (Nobar) juga dihadiri oleh Ketua FKUB Kabupaten Sumenep, KH Qusyairi Zaini, S.S. sekaligus sebagai pemateri dalam acara kegiatan tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada kesempatan tersebut, Ketua FKUB Kabupaten Sumenep, KH. Qusyairi Zaini, S.S menyampaikan bahwa konflik sektarian antar umat beragama yang terjadi di negeri ini tidak murni hanya atas dasar perbedaan agama, melainkan ada faktor lain yang menunggangi agama, seperti kepentingan politik, ekonomi dan lain sebagainya.

“Yang jelas, konflik sektarian yang terjadi antar umat beragama di Indonesia tidak murni hanya atas nama agama, melainkan ada faktor lain yang menunggangi,” kata Ketua FKUB Kabupaten Sumenep KH. Qusyairi Zaini kepada Media ini, Minggu (27/11/2022).

Baca Juga :  Desa Talaga Tingkatkan Transparansi Pajak: Kades Abd. Hadi Apresiasi Program Pemutakhiran Data PBB P2

Menurut Pengasuh PP Hidayatul Ulum Gadu Barat itu, konflik yang terjadi juga biasanya terjadi disaat negara dalam keadaan stabil, misalkan konflik yang terjadi di Poso tahun 1999 dimana saat itu terjadi krisis ekonomi multidimensi dan tumbangnya rezim Suharto.

Lebih dari itu kata Gus Qusyairi, konflik ini akan terus terjadi bila kita tidak bijak dalam menghadapi segala persoalan bangsa terkait dengan isi SARA, terlebih di era digital sekarang ini. Lebih dari itu kata Gus Qusyairi, konflik ini akan terus terjadi bila kita tidak bijak dalam menghadapi segala persoalan bangsa terkait dengan isu SARA, terlebih di era digital sekarang ini. Politik identitas kerap kali muncul setiap lima tahun sekali saat mendekati kontestasi pemilu.

“Di tahun 2024 mendatang, kita harus waspada. Jangan sampai terjebak dalam polarisasi politik identitas agar kita bisa terhindar dari konflik berbau SARA,” harap Ketua FKUB Kabupaten Sumenep Ra Qusyairi.

Baca Juga :  SMAN 1 Sumenep Gelar Tasyakuran Kelulusan dan Penguatan Karakter Siswa Kelas XII

Pihaknya memberikan pesan ada dua hal penting yang harus selalu kita sadari bersama, pertama kita harus sadar bahwa diantara nikmat terbesar yang diberikan Allah SWT kepada manusia adalah nikmat hidup rukun dan damai terhindar dari permusuhan antar kelompok dan golongan. Kedua Kata Kiai Muda ini adalah bahwa kita ini harus sadar bahwa konflik pasti akan berakhir dan peperangan akan selesai, namun dampak yang ditimbulkan sangat luar biasa, sulit untuk dilupakan.

Sementara itu Ketua Gusdurian Sumenep Zaenollah dalam sambutannya menyampaikan kegiatan nobar ini merupakan Kegiatan rutinitas biasa digelar setiap bulan, tepatnya tiap tanggal 17. Kegiatan ini bertujuan untuk memupuk dan merawat kerukunan, persaudaraan dan juga toleransi antar umat beragama di Kabupaten Sumenep.

“Sikap toleransi dan kerukunan umat beragama sudah dibangun oleh pendahulu bangsa, ini juga karakter yang sudah diwariskan kepada kita generasi muda agar dapat mengerti makna kemajemukan dan sikap saling menghargai antar suku, agama, ras dan antar golongan. Maka tugas kita bersama-sama sebagai generasi penerus bangsa untuk merawat kerukunan ini,” ucap Zaenollah.

Baca Juga :  Menyatu dengan Alam, Kodim 0827/Sumenep Lakukan Pembibitan Pohon Keras dan Buah

Pada kesempatan lain Perwakilan Agama Buddha Kabupaten Sumenep, Seno mengucapkan banyak terima kasih kepada para peserta yang hadir, dirinya mengapresiasi acara kegiatan nobar tersebut. Bahkan dirinya merasa sangat berbahagia karena Komunitas dan Ketua FKUB Kabupaten Sumenep berkenan menggelar acara ini di Klenteng yang sudah berusia 190 tahun.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Komunitas Gusdurian dan Ketua FKUB Kabupaten Sumenep yang telah berkenan hadir di Klenteng Pao Sian Kong di Desa Pabian ini untuk diskusi interaktif yang dikemas dalam Nonton Bareng yang bertujuan untuk memupuk rasa toleransi beragama di Kabupaten Sumenep,” ujarnya.

Perlu diketahui pemateri pertama Koko Sugianto menceritakan tentang sahabatnya dari Kota Ambon yang mengalami langsung peristiwa memilukan tersebut. Dan Koko Sugianto berharap dengan duduk bersama ini kita merajut persaudaraan seperti apa yang kita gelar saat ini.

Acara kegiatan diskusi interaktif yang dikemas dengan Nonton Bareng Film Luka Beta Rasa ditutup dengan pembacaan doa untuk korban gempa bumi Cianjur menurut agamanya masing-masing. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi
Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga

BERITA TERKAIT

Rabu, 16 September 2026 - 08:22 WIB

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi

Minggu, 13 September 2026 - 23:59 WIB

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

BERITA TERBARU