JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di saat sebagian orang masih larut dalam euforia tahun baru, Komunitas Berbagi Sumenep (KBS) memilih mengawali 2026 dengan aksi nyata.
Tepat di hari kedua tahun baru, Jumat (2/1/2026), KBS turun ke jalan membagikan 80 bungkus nasi bungturat kepada pejalan kaki, pengendara sepeda motor, hingga tukang becak di Jalan Urip Sumoharjo, Desa Pabian, Kecamatan Kota Sumenep.
Aksi sederhana namun penuh makna itu menjadi potret kepedulian sosial yang terus dijaga KBS. Di tengah arus kendaraan dan hiruk pikuk kota, tangan-tangan relawan menyodorkan nasi bungturat kepada mereka yang melintas sebuah pesan bahwa kepedulian tak pernah mengenal waktu.
Ketua KBS Sumenep, Akhmad Sahruddin, S.H., menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud syukur sekaligus pengingat bahwa berbagi adalah bahasa kemanusiaan yang paling universal.
“Kami ingin memulai tahun 2026 dengan niat baik dan aksi nyata. Berbagi nasi bungturat ini mungkin sederhana, tapi kami percaya ketulusan jauh lebih penting dari jumlah,” kata Akhmad Sahruddin, disela-sela kegiatan.
Menurutnya, KBS sengaja memilih turun langsung ke jalan agar bantuan bisa menyentuh masyarakat yang selama ini jarang tersentuh, terutama mereka yang bekerja di ruang publik dan menggantungkan hidup dari aktivitas harian.
“Banyak dari mereka yang bekerja sejak pagi, bahkan tanpa sempat sarapan. Kami ingin hadir di situ, di ruang-ruang kecil kehidupan mereka,” katanya.
Lebih jauh, Akhmad Sahruddin menekankan bahwa gerakan KBS bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan ikhtiar berkelanjutan untuk menumbuhkan empati sosial di tengah masyarakat.
“Harapan kami sederhana, semoga kegiatan ini menumbuhkan kesadaran bahwa berbagi tidak harus menunggu kaya. Cukup punya niat dan kemauan untuk peduli,” tutupnya.
Aksi sosial tersebut pun mendapat respons hangat dari masyarakat. Senyum para penerima menjadi penanda bahwa di awal tahun, secercah kepedulian mampu menghadirkan kehangatan di tengah rutinitas keras jalanan Kota Sumenep. (REDJAVA****)












