JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di tengah gegap gempita visi Indonesia Emas 2045 dan gembar-gembor pembangunan infrastruktur, Giliraje masih bergelut dengan kegelapan yang seolah abadi. Ironi itu mencuat terang dalam Forum Lintas Tokoh bertajuk “Listrik Giliraje: Di Antara Terang dan Gelap” yang digelar Minggu (20/4/2025).
Sorotan tajam datang dari Anggota DPRD Sumenep Fraksi PKB, Ahmadi Yasid, yang tampil tanpa basa-basi. Dalam forum yang dihadiri pejabat daerah hingga tokoh masyarakat, Ahmadi melontarkan kritik keras atas layanan listrik yang kerap padam setiap malam di Giliraje.
“Jangan-jangan solar buat pembangkit malah dipakai untuk perahu nelayan,” cetus Ahmadi. Ucapan itu sontak memicu tawa getir dari peserta,
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Ahmadi, krisis listrik di Giliraje bukan sekadar soal teknis. Ia menyebut kondisi tersebut sebagai cermin ketimpangan struktural antara daratan dan kepulauan.
“Di kota, listrik padam 15 menit saja bisa jadi isu nasional. Tapi di Giliraje, padam pukul sembilan malam itu sudah jadi rutinitas. Tidak ada yang anggap itu masalah serius, padahal ini soal hak dasar warga negara,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyebut Giliraje sebagai simbol kegagalan negara dalam menghadirkan keadilan layanan publik. Ia mendesak pemerintah agar tak lagi memperlakukan pulau-pulau kecil sebagai anak tiri dalam distribusi energi.
“Mereka juga warga negara. Tapi mengapa seolah tak punya hak yang sama atas terang? Untuk hidup normal saja mereka harus berjuang lebih keras dari kita,” pungkasnya.
Meski tanpa data statistik yang rumit, pidato Ahmadi menjadi semacam peluru tajam: singkat, jelas, dan tepat sasaran. Ia berbicara sebagai wakil rakyat yang mendengar dan merasakan jeritan warganya.
Sehari-hari, listrik di Giliraje masih padam secara rutin. Anak-anak belajar di bawah remang lampu minyak, pedagang es menderita kerugian, dan warga kian apatis tak tahu harus mengadu ke mana. Maka, ketika seorang wakil rakyat berbicara lantang, suara itu terdengar seperti harapan baru.
Forum ini turut dihadiri Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, Kadis PMD Sumenep Anwar Yusuf Sahroni, Kepala ULP PLN Sumenep Pangky Yonkynata Ardiyansyah, unsur Forkopimcam, Kepala Desa se-Giliraje, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat. (REDJAVA****)










