JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di bawah terik matahari pagi, di antara riuhnya arus kendaraan yang melintas di Jalan Nasional, Desa Bluto, sekelompok polisi berseragam putih biru terlihat berjongkok di tengah jalan.
Mereka bukan sedang melakukan olah TKP atau menilang pengendara. Dengan sapu di tangan, mereka menyisir aspal, membersihkan pecahan kaca yang berserakan sisa dari sebuah kecelakaan yang baru saja terjadi.
Itulah aksi cepat Tim Elang Satlantas Polres Sumenep yang dipimpin oleh Kanit Turjawali, IPDA Dita Pradiptya. Pagi itu, sekitar pukul 09.00 WIB, mereka menerima laporan tentang kecelakaan lalu lintas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tanpa menunda waktu, tim langsung bergerak menuju lokasi untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas sekaligus mengamankan jalan dari potensi bahaya lain.
Begitu tiba, mereka mendapati jalanan dipenuhi pecahan kaca yang bisa menjadi ancaman serius bagi pengguna jalan, terutama pengendara roda dua.
Tak ingin menunggu lebih lama, para anggota Tim Elang langsung turun tangan. Ada yang menyapu, ada yang mengumpulkan serpihan dengan tangan kosong, memastikan tak ada lagi sisa kecelakaan yang bisa membahayakan pengendara lain.
Bagi IPDA Dita Pradiptya dan timnya, tugas polisi tak berhenti pada menegakkan aturan lalu lintas. Lebih dari itu, mereka adalah penjaga keselamatan di jalan raya.
“Kami tidak hanya bertugas mengatur lalu lintas, tetapi juga memastikan pengguna jalan selamat. Kalau membersihkan pecahan kaca bisa mencegah satu kecelakaan, itu adalah tugas kami,” kata Kanit Tujarwali Satlantas Sumenep, IPDA Dita kepada media ini, Minggu (09/03/2025).
Di bulan Ramadan ini, tugas kepolisian menjadi semakin berat. Dengan kondisi berpuasa, mereka tetap harus siaga di jalan raya, menghadapi kemacetan, kecelakaan, dan berbagai tantangan lainnya.
Namun, bagi Tim Elang Satlantas Sumenep, ini adalah bagian dari pengabdian.
“Kami memang sedang berpuasa, tapi tanggung jawab ini tidak bisa ditunda. Keselamatan masyarakat adalah prioritas kami,” ujarnya.
Tim Elang Satlantas Polres Sumenep dikenal sebagai garda terdepan dalam pengamanan lalu lintas. Mereka bukan hanya bertugas mengurai kemacetan dan menindak pelanggaran, tetapi juga sigap dalam kondisi darurat.
Ketika terjadi kecelakaan atau hambatan di jalan, merekalah yang pertama turun tangan, memastikan tidak ada bahaya lanjutan yang mengancam pengguna jalan.
Aksi heroik seperti ini mungkin tak selalu terdengar di media atau mendapat penghargaan. Namun, bagi mereka yang menyaksikan langsung, momen ini menjadi bukti bahwa polisi bukan hanya tentang seragam dan aturan, melainkan juga tentang kepedulian dan tanggung jawab.
Di tengah arus kendaraan yang terus melaju, di bawah panasnya mentari Ramadan, Tim Elang Satlantas Sumenep membuktikan bahwa mereka bukan sekadar penegak hukum di jalan raya.
Mereka adalah penjaga keselamatan, pelindung bagi setiap pengendara yang melintas, dan yang terpenting, mereka adalah bagian dari masyarakat yang siap mengabdi tanpa batas.
“Karena bagi kami (Satlantas Sumenep), menyapu jalan bukan hanya membersihkan pecahan kaca, tetapi juga menjaga nyawa,” pungkasnya. (REDJAVA***)









