JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Lantunan doa dan tepuk tangan hangat mewarnai Gedung Cempaka Universitas Bahaudin Mudhary (Uniba) Sumenep, Sabtu (4/10/2025).
Ratusan guru, orang tua, dan mitra pendidikan berkumpul menyaksikan momen bersejarah: Deklarasi Sekolah Ramah Anak oleh Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al Hidayah Sumenep.
Deklarasi ini menjadi tonggak komitmen sekolah dalam menghadirkan pendidikan yang lebih aman, nyaman, serta menyenangkan bagi seluruh peserta didik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala SDIT Al Hidayah Sumenep, Ustadz Tanbihul Ghafilin, menyebut langkah tersebut bukan sekadar program formalitas.
“Sekolah ramah anak bukan hanya slogan. Ini adalah janji moral sekaligus tanggung jawab bersama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat,” tegas Ustadz Tanbihul Ghafilin.
Ia menambahkan, sekolah memiliki peran strategis dalam menjaga hak anak agar tetap terlindungi di tengah dinamika zaman.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap anak merasa aman, dihargai, dan diberi ruang untuk berkembang sesuai potensinya,” lanjutnya.
Momentum deklarasi semakin kuat dengan hadirnya sesi Parenting Skill yang menghadirkan Bunda Bekti Prastyani,
Ketua Asosiasi Pendidik Berperspektif Hak Anak (APHA). Dengan gaya komunikasinya yang lugas dan inspiratif, Bekti mengingatkan bahwa pendidikan ramah anak selalu berawal dari rumah.
“Sekolah ramah anak lahir dari rumah yang ramah anak. Tidak mungkin sekolah berjalan sendiri tanpa dukungan keluarga,” ujar Bekti Prastyani.
Menurutnya, orang tua memiliki tanggung jawab mendasar dalam membentuk pola asuh positif.
“Anak membutuhkan ruang aman untuk berekspresi tanpa tekanan dan kekerasan, baik di rumah maupun di sekolah,” tambah Bekti.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa teladan orang tua menjadi fondasi kokoh bagi pendidikan yang berkelanjutan.
“Jika rumah dipenuhi kasih sayang dan penghargaan, maka sekolah akan lebih mudah menumbuhkan karakter positif anak,” tutur Bekti.
Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh para guru, orang tua siswa, dan perwakilan lembaga mitra pendidikan. Kehadiran mereka seakan menegaskan Kegiatan ini menyentuh anak dalam seluruh aspek pembelajaran.
Sebagai penutup, Ustadz Tanbihul Ghafilin kembali menekankan visi besar SDIT Al Hidayah dalam deklarasi ini.
“Lebih dari sekadar sekolah, kami bertekad menghadirkan ruang yang menumbuhkan keceriaan, rasa aman, dan penghormatan terhadap hak anak sebuah cita-cita yang kini mulai kami wujudkan,” pungkasnya. (REDJAVA****)








