JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di tengah derasnya arus digital dan dominasi media sosial, langkah sunyi namun penuh makna dari sekelompok siswa SMANSA Sumenep tengah menarik perhatian nasional.
Nafisah Oryza Sativa beserta tujuh rekan dari Kelas XI F 8 telah membuktikan bahwa literasi bukan sekadar menjawab soal, melainkan juga mampu membuka cakrawala baru bagi generasi muda dengan meneliti, menulis, dan menerbitkan buku ilmiah.
Selama dua bulan penuh, sejak awal Januari hingga akhir Februari 2025, mereka dengan gigih mendalami riset sederhana yang ternyata menyimpan potensi besar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Buku ilmiah berjudul “Rahasia Daun Mimba: Solusi Alami untuk Jerawat” ini mengupas manfaat daun mimba sebagai sumber senyawa antibakteri dan antiinflamasi yang efektif untuk mengatasi permasalahan jerawat, sebuah isu yang mengganggu banyak remaja sekaligus menguras kantong perawatan kulit yang kian mahal.
“Kami bukan anak jurusan farmasi atau kedokteran. Meneliti tentang tanaman obat adalah langkah yang benar-benar keluar dari zona nyaman kami. Rasa ragu, kesulitan mencari referensi, dan keharusan terus memperbaiki naskah sempat menjadi tantangan, namun semua itu terbayar ketika buku kami akhirnya terbit dan diterima dengan antusias,” kata Nafisah, Rabu (16/04/2025).
Buku ini bukan semata menyajikan temuan ilmiah, tetapi juga mencerminkan semangat pemberdayaan anak muda melalui literasi yang berdampak nyata.
Di balik judul yang terkesan ringan, tersimpan kerja keras, keuletan, dan dedikasi untuk mengubah paradigma pembelajaran di daerah. Inovasi inilah yang mulai menginspirasi tidak hanya kalangan pelajar, tetapi juga guru dan komunitas pecinta herbal serta kesehatan alami.
Guru pendamping, Syafiuddin, yang juga sekaligus pendidik Bahasa Indonesia, menilai karya ini sebagai revolusi kecil yang melampaui batas konvensional pendidikan.
“Kami ingin siswa tidak hanya cerdas dalam menjawab soal, tetapi juga mampu mengeksplorasi, menulis, dan menyebarkan manfaat ilmu pengetahuan yang mereka miliki. Inilah literasi sejati yang patut dibanggakan,” ujar Syafiuddin.
Dengan diterbitkannya buku ini, SMANSA Sumenep telah menetapkan standar baru dalam dunia pendidikan, mengajak semua pihak untuk melihat bahwa kreativitas dan riset tidak terbatas pada jurusan tertentu.
Keberhasilan mereka merupakan angin segar yang mampu menggerakkan semangat literasi di seluruh penjuru Sumenep, sekaligus menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lainnya untuk berani bermimpi dan berkarya.
Kisah gemilang ini pun diharapkan menjadi bahan perbincangan hangat, tak hanya di kalangan akademis, tetapi juga di masyarakat luas, sebagai bukti bahwa pendidikan dan literasi adalah jembatan untuk menggapai masa depan yang lebih cerah. (REDJAVA****)









