Cuaca Ekstrem, Pelayaran di Sumenep Masih Tertahan

- Redaksi

Kamis, 13 Februari 2025 - 16:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Meteorologi dan Klimatologi Stasiun Trunojoyo Kalianget Sumenep Ari Widjajanto

Kepala Badan Meteorologi dan Klimatologi Stasiun Trunojoyo Kalianget Sumenep Ari Widjajanto

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir berdampak serius terhadap aktivitas pelayaran di Kabupaten Sumenep.

Sejumlah kapal yang bersandar di Pelabuhan Kalianget dan berbagai pelabuhan di kepulauan terpaksa tidak beroperasi akibat gelombang tinggi dan angin kencang.

Kepala Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalianget, Ari Widjajanto, mengatakan bahwa kondisi cuaca di perairan Madura, khususnya di wilayah Sumenep, masih belum stabil.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meskipun ada tren penurunan ketinggian gelombang dalam beberapa hari ke depan, namun situasi di laut masih berisiko bagi pelayaran.

“Angin baratan yang menjadi simbol musim penghujan masih terus bertiup. Ini disebabkan oleh pusat tekanan rendah di Australia yang tetap aktif hingga akhir musim hujan,” kata Ari, Kamis (13/2/25).

Menurutnya, faktor angin tersebut berpengaruh langsung terhadap kondisi gelombang di perairan Sumenep. Beberapa wilayah masih mengalami gelombang tinggi yang membahayakan aktivitas pelayaran, terutama kapal-kapal yang menuju atau berasal dari kepulauan.

Baca Juga :  Merawat Harmoni di Kampung Moderasi: KUA Sumenep Gaungkan Toleransi Lewat Dialog Lintas Iman

BMKG memprediksi bahwa dalam dua hari ke depan, kondisi laut berpotensi membaik. Namun, perubahan cuaca di perairan selatan Indonesia masih sangat dinamis.

Ari menjelaskan bahwa pusat tekanan rendah di selatan Australia bisa muncul silih berganti, menarik massa udara dari wilayah Asia dan berkontribusi terhadap perubahan cuaca yang tidak menentu.

“Karena situasinya terus berkembang, petugas Kesyahbandaran perlu melakukan pemantauan ketat. Jika tren penurunan angin terus berlanjut, maka sistem buka-tutup pelabuhan bisa diterapkan. Artinya, kapal-kapal akan diizinkan berlayar saat cuaca benar-benar memungkinkan,” tambahnya.

Sementara itu, pihak Kesyahbandaran bersama instansi terkait terus mengawasi perkembangan situasi di lapangan.

Baca Juga :  Kuasa Hukum Minta Hakim Lepaskan Empat Terdakwa Kasus ODGJ Sapudi Sumenep

Mereka juga telah menyampaikan imbauan kepada masyarakat dan operator kapal agar tidak memaksakan perjalanan sebelum mendapatkan izin resmi.

“Bagi masyarakat yang ingin bepergian menggunakan transportasi laut, sebaiknya bersabar dan menunggu informasi resmi dari otoritas pelabuhan. Keselamatan tetap harus diutamakan,” tegas Ari.

Tak hanya sektor pelayaran penumpang dan logistik yang terganggu, para nelayan di Sumenep juga merasakan dampak dari kondisi ekstrem ini.

Baca Juga :  Doa di Pusara Wartawan Senior, Cara PWI Sumenep Sambut HPN 2026

Beberapa nelayan terpaksa tidak melaut karena risiko tinggi akibat gelombang besar. Kondisi ini berpotensi mempengaruhi pasokan ikan dan harga jual hasil laut di pasar.

“Biasanya kalau angin dan gelombang seperti ini, nelayan memilih tidak melaut karena berbahaya. Kalau dipaksakan, takut kapalnya terbalik atau rusak,” kata salah seorang nelayan di Kalianget.

BMKG mengimbau agar masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, selalu memperbarui informasi cuaca sebelum beraktivitas. Dengan kondisi yang masih fluktuatif, kesiapsiagaan menjadi faktor kunci dalam menghadapi cuaca ekstrem ini. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Bupati Fauzi Gaungkan Semangat Kemerdekaan saat Buka Lomba HUT RI Ke-81 di Sumenep: “Sekali Merdeka, Tetap Merdeka!”
KMP Mutiara Sentosa II Terbakar, Bupati Sumenep Siagakan 20 Ambulans dan 3 RS
HUT ke-81 RI Jadi Momentum Bangselok Perkuat Persatuan, Lurah Edy: Kemerdekaan Harus Dijaga dengan Kebersamaan
FRPB X Banteng Sakera Nahdliyin Siagakan Ambulans dan Relawan di Pelabuhan Kalianget, Perkuat Evakuasi Korban KMP Mutiara Sentosa II
Mutasi Personel Mulai Bergulir Pascakenaikan Status Polresta Sumenep, Publik Harapkan Reformasi Pelayanan dan Penegakan Hukum
Turnamen Bal Budhi Bupati Cup II 2026 Pecahkan Antusiasme, Kalianget Resmi Dinobatkan sebagai Kampoeng Olahraga Bal Budhi
IPNU-IPPNU Sumenep Resmi Dilantik, KH. Widadi Rahim Tekankan Akhlak, Ilmu dan Khidmah
KMP Mutiara Santosa 2 Terbakar di Perairan Utara Sumenep, Ratusan Penumpang Dievakuasi di Tengah Kepungan Asap

BERITA TERKAIT

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:42 WIB

Bupati Fauzi Gaungkan Semangat Kemerdekaan saat Buka Lomba HUT RI Ke-81 di Sumenep: “Sekali Merdeka, Tetap Merdeka!”

Minggu, 2 Agustus 2026 - 23:59 WIB

KMP Mutiara Sentosa II Terbakar, Bupati Sumenep Siagakan 20 Ambulans dan 3 RS

Minggu, 2 Agustus 2026 - 20:35 WIB

HUT ke-81 RI Jadi Momentum Bangselok Perkuat Persatuan, Lurah Edy: Kemerdekaan Harus Dijaga dengan Kebersamaan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 18:22 WIB

FRPB X Banteng Sakera Nahdliyin Siagakan Ambulans dan Relawan di Pelabuhan Kalianget, Perkuat Evakuasi Korban KMP Mutiara Sentosa II

Minggu, 2 Agustus 2026 - 18:12 WIB

Mutasi Personel Mulai Bergulir Pascakenaikan Status Polresta Sumenep, Publik Harapkan Reformasi Pelayanan dan Penegakan Hukum

BERITA TERBARU