JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Cabang Sumenep tampil mengambil peran penting dalam upaya mencegah meluasnya Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di daerah setempat. Bukan hanya di ruang klinis, peran HIMPSI kali ini diwujudkan lewat program psikoedukasi yang dirancang khusus agar masyarakat memahami betapa vitalnya imunisasi campak bagi anak-anak.
Langkah ini menjadi bagian dari sinergi HIMPSI bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep dalam menanggulangi KLB campak. Para psikolog HIMPSI turun langsung ke tengah masyarakat melalui forum-forum sederhana seperti balai desa, posyandu, hingga majelis taklim. Dengan format sharing edukasi parenting, pendekatan yang hangat dan membumi sengaja dipilih agar pesan mudah dipahami oleh warga di berbagai lapisan.
Ketua HIMPSI Sumenep, Dr. Zamzami Sabiq, M.Psi., menegaskan bahwa kiprah psikolog dalam isu kesehatan masyarakat bukan sekadar berada di balik meja praktik. Lebih dari itu, kehadiran mereka diperlukan dalam mengedukasi publik secara langsung.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Banyak orang tua masih terpengaruh oleh mitos dan informasi yang tidak tepat tentang imunisasi campak. Melalui psikoedukasi, kami ingin masyarakat mendapatkan informasi yang benar, sehingga mereka yakin bahwa imunisasi adalah langkah penting untuk melindungi anak-anak dari ancaman penyakit berbahaya,” kata Dr. Zamzami, Selasa (9/9/2025).
Menurutnya, metode sharing parenting terbukti lebih efektif menjawab keresahan orang tua. Diskusi interaktif memungkinkan warga menyampaikan keraguan maupun pertanyaan seputar imunisasi, sekaligus memperoleh jawaban berbasis fakta ilmiah dari sumber yang terpercaya.
“Harapan kami, orang tua bisa mengambil keputusan berdasarkan pengetahuan yang benar, bukan semata karena isu atau ketakutan yang tidak berdasar,” tambahnya.
Program psikoedukasi yang digagas HIMPSI Sumenep akan terus berjalan secara bergilir di berbagai titik di kabupaten paling timur Pulau Madura itu. Konsistensi kegiatan ini menjadi bukti bahwa pencegahan KLB membutuhkan upaya berkelanjutan dan komitmen bersama.
“Harapan kami, melalui sinergi lintas profesi dan peran aktif masyarakat, anak-anak Sumenep dapat terlindungi dari ancaman campak,” pungkas Dr. Zamzami.
Kolaborasi antara Pemkab, tenaga kesehatan, HIMPSI, serta dukungan masyarakat diharapkan membuat penanganan KLB campak lebih efektif. Lebih dari sekadar program kesehatan, gerakan ini juga menjadi ikhtiar besar untuk membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya imunisasi demi masa depan generasi mendatang. (REDJAVA****)








